CILEGON, WILIP.ID – Warga RW 01 Komplek Krakatau Steel kembali menunjukkan semangat solidaritas sosial melalui pelaksanaan ibadah kurban yang digelar pada Sabtu (7/6/2025). Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga sarana memperkuat ikatan sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Sebanyak empat ekor sapi, sepuluh ekor domba, dan satu ekor kambing disembelih dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Daging kurban kemudian didistribusikan secara merata kepada warga sekitar dan berbagai elemen sosial lainnya.
Ketua pelaksana kurban, Nofrianto, menyebut kegiatan ini merupakan agenda rutin warga yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tak hanya melibatkan warga RW 01, pelaksanaan kurban juga mendapat dukungan dari masyarakat di luar lingkungan.
“Sekitar 90 persen hewan kurban berasal dari warga RW 01. Sisanya dari para donatur luar yang ikut berpartisipasi secara patungan,” ujar Nofrianto saat ditemui di lokasi pemotongan.
Distribusi Adil untuk Warga dan Pekerja Sosial
Mengacu pada arahan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), daging kurban dibagikan kepada warga yang tergolong dalam “ring satu” — kelompok masyarakat terdekat dan yang selama ini berkontribusi di lingkungan.
Mereka meliputi warga RW 01, asisten rumah tangga (ART), guru TPA Assalam, petugas keamanan lingkungan, petugas kebersihan, marbot masjid, tukang becak, hingga para ustaz dan ustazah yang aktif dalam kegiatan keagamaan.
Distribusi dilakukan menggunakan sistem kupon dan diawasi ketat oleh panitia, demi memastikan keadilan dan pemerataan.
“Kami berusaha agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaat dari kurban ini. Prinsipnya, sesuai kemampuan, tapi tetap menjunjung keadilan,” jelas Nofrianto.
Kurban sebagai Tradisi Sosial
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, pelaksanaan kurban di RW 01 menjadi simbol gotong royong dan kebersamaan. Proses pemotongan hingga pembagian daging dilakukan secara kolektif oleh warga, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Menurut Nofrianto, nilai-nilai seperti silaturahmi, kebersamaan, dan semangat berbagi adalah hal-hal yang terus dijaga dan diwariskan dalam tradisi ini.
“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi tradisi positif yang mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” tutupnya.
(Has/Red)















