CILEGON, WILIP.ID – Peristiwa longsor yang menerjang SMP Negeri 15 Kota Cilegon pada Sabtu (31/1/2026) langsung direspons cepat Pemerintah Kota Cilegon. Wali Kota Cilegon Haji Robinsar memastikan penanganan darurat dan perbaikan segera dilakukan setelah hasil peninjauan menunjukkan tiga ruang kelas terdampak material longsor.
Saat dikonfirmasi di sela kegiatan di PT Vopak, Robinsar menegaskan bahwa bangunan sekolah tersebut masih berada dalam masa garansi kontraktor, sehingga tanggung jawab perbaikan berada di pihak pelaksana proyek.
“Sudah kita survei langsung. Kalau tidak salah ada tiga ruang kelas yang terdampak. Karena masih masa garansi, kontraktornya langsung turun ke lokasi untuk membereskan,” ujar Robinsar.
Untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan, Pemkot Cilegon memutuskan mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) ke sekolah terdekat hingga kondisi dinyatakan aman.
“Untuk sementara kita alihkan dulu ke SMP terdekat. Yang penting anak-anak tetap bisa belajar dan tidak berada di area berisiko,” kata Robinsar.
Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, mengingat longsor terjadi saat hari libur sekolah.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Ini juga karena kejadiannya bukan saat jam sekolah. Kita minta penanganannya dipercepat. Informasinya sekitar satu bulan supaya bisa kembali normal,” tambahnya.
Lebih jauh, Wali Kota menyoroti lokasi SMPN 15 yang berada di pinggir tebing, yang menurutnya menjadi faktor risiko utama.
“Yang jadi sorotan saya itu posisinya di pinggir tebing. Seolah-olah sudah tidak ada tanah penyangga lagi. Ini jadi evaluasi besar bagi kita semua,” tegas Robinsar.
Menurutnya, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran pemerintah agar lebih cermat dalam merencanakan pembangunan fasilitas publik.
“Sekolah, puskesmas, dan fasilitas pelayanan masyarakat itu menyangkut nyawa. Lahan di Cilegon masih banyak. Ke depan harus dipilih yang benar-benar aman,” ujarnya.
Pemkot Cilegon, lanjut Robinsar, akan menugaskan dinas terkait untuk melakukan kajian teknis dan administrasi secara menyeluruh, termasuk menelusuri aspek perencanaan dan pengawasan pembangunan.
“Soal dokumen dan kajian teknis dari dinas nanti kita dalami. Ini pelajaran penting bagi kita semua,” pungkasnya.
Respons cepat Pemkot Cilegon dalam insiden ini sekaligus menjadi sinyal bahwa keselamatan warga, khususnya peserta didik, berada di atas segalanya. Penanganan yang tegas dan evaluasi menyeluruh diharapkan menjadi fondasi kuat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
(Pis/Red*)















