LEBAK, WILIP.ID – Suasana hangat terasa di tepi Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, saat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 7–8 November 2025. Di tengah debur ombak dan udara pantai yang segar, para pengurus media siber dari berbagai daerah di Banten berkumpul untuk satu tujuan: memperkuat soliditas dan arah gerak organisasi.
Kegiatan dua hari itu menjadi momentum penting bagi SMSI Banten dalam merumuskan strategi organisasi di tengah cepatnya perubahan lanskap media digital.
Acara turut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal SMSI Pusat Muhammad Hopip dan Haji Odeh, Ketua SMSI Banten Lesman Bangun, Ketua Penasehat SMSI Banten sekaligus Ketua PWI Banten Rian Nopandra, serta Kepala Desa Sawarna Iwa Sungkawa. Tak ketinggalan, pengurus SMSI kabupaten/kota se-Banten juga hadir memeriahkan jalannya musyawarah.
Bangun: Momentum Menyatukan Visi Media Siber
Ketua SMSI Banten Lesman Bangun menegaskan, Musprov kali ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wadah untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme pelaku media siber di Banten.
“SMSI Banten berkomitmen membangun ekosistem media siber yang sehat, beretika, dan berdaya saing. Melalui musyawarah ini, kami ingin seluruh pengurus memiliki semangat yang sama menjaga marwah organisasi dan kualitas pemberitaan,” ujarnya.
Bangun juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah di era digital yang semakin dinamis. Menurutnya, media siber harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berintegritas.
*Apresiasi dari SMSI Pusat dan Sinergi dengan PWI*
Dari tingkat pusat, Wakil Sekjen SMSI Muhammad Hopip memberi apresiasi atas kekompakan SMSI Banten yang dinilai menjadi salah satu provinsi paling aktif dalam membangun jejaring media profesional.
“SMSI Banten menunjukkan semangat kebersamaan luar biasa dalam membangun media yang mandiri dan berintegritas,” kata Hopip.
Sementara itu, Rian Nopandra, selaku Ketua Penasehat SMSI Banten sekaligus Ketua PWI Banten, menilai kolaborasi antara media siber dan media konvensional kini menjadi kebutuhan bersama.
“Media siber dan media konvensional adalah mitra strategis dalam memperjuangkan kemerdekaan pers dan menjaga kualitas informasi publik,” ucap Rian.
*Dukungan Lokal dan Harapan dari Sawarna*
Menjadi tuan rumah, Kepala Desa Sawarna Iwa Sungkawa mengaku bangga dengan dipilihnya desanya sebagai lokasi Musprov. Ia berharap kehadiran para jurnalis dapat membantu mempromosikan potensi wisata dan ekonomi lokal.
“Kami merasa terhormat Sawarna dipilih menjadi lokasi musyawarah SMSI Banten. Semoga kegiatan ini juga ikut memperkenalkan keindahan alam kami,” ujar Iwa.
Musyawarah berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain membahas program kerja dan arah kebijakan organisasi, acara juga diisi dengan sesi diskusi media, refleksi organisasi, serta silaturahmi lintas pengurus.
Di penghujung acara, semangat yang terasa bukan sekadar hasil keputusan musyawarah, tapi juga tekad bersama untuk membawa media siber Banten semakin maju dan berdaya di tengah derasnya arus informasi digital.
(Elisa/Red*)















