CILEGON, WILIP.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil, Cilegon, mencatat sejarah baru dengan menggelar sidang yudisium terbanyak sepanjang berdirinya kampus tersebut. Sebanyak 159 mahasiswa dari dua program studi—Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)—resmi dinyatakan lulus pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Acara yudisium digelar secara khidmat di Aula STIT Al-Khairiyah, dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, serta seluruh peserta yudisium. Para tokoh penting yang hadir antara lain Ketua STIT Al-Khairiyah H. Ahmad Munji, M.Pd., Ketua Senat Drs. KH. Hikmatullah Jamud, M.Si., serta Wakil Ketua I Faizudin, M.Pd., Wakil Ketua II Hj. Nahdrotul Uyun, M.Pd., dan Direktur LPM Hj. Bahyati, M.Pd.
Dari total peserta yudisium, 108 mahasiswa berasal dari Prodi PAI dan 51 lainnya dari Prodi PIAUD.
Dalam sambutannya, H. Ahmad Munji menegaskan pentingnya peran lulusan Tarbiyah sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ia berpesan agar para lulusan tidak hanya andal secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menjadi teladan di lingkungan tempat mereka mengabdi.
“Lulusan STIT Al-Khairiyah harus menjadi insan yang profesional dan religius. Tugas utama kalian bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian anak didik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Senat Drs. KH. Hikmatullah Jamud mengingatkan para lulusan untuk terus meneladani nilai-nilai insan kamil atau manusia paripurna.
“Ilmu yang kalian miliki harus jadi cahaya bagi lingkungan sekitar. Jadilah generasi yang melayani dan memberi kontribusi nyata untuk bangsa,” tuturnya.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah STIT Al-Khairiyah sekaligus bukti konsistensi kampus dalam mencetak lulusan unggul di bidang pendidikan Islam. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi keislaman di Kota Cilegon, STIT Al-Khairiyah terus memperkuat komitmennya terhadap mutu akademik dan pembentukan karakter mahasiswa.
(Elisa/Red*)















