CILEGON, WILIP.ID — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus kader pengabdian umat. Melalui Program Al-Khairiyah Mengajar, puluhan mahasiswa resmi menuntaskan misi pengabdian mereka di MDTA Al-Khairiyah Purwakarta, yang ditutup dalam sebuah acara perpisahan penuh haru, Selasa (3/2/2026).
Program ini bukan sekadar praktik mengajar, melainkan sebuah laboratorium pengabdian sosial dan spiritual. Para mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk mendampingi proses pendidikan keagamaan, membangun karakter santri, sekaligus memperkuat nilai-nilai akhlak dan kebangsaan sejak usia dini.
Selama berlangsungnya program, para mahasiswa STIT Al-Khairiyah tidak hanya mengisi ruang kelas dengan materi pembelajaran, tetapi juga menghadirkan pendekatan edukasi yang humanis dan menyentuh. Mereka membangun ikatan emosional dengan peserta didik, menyatu dengan kultur masyarakat, dan menjadi bagian dari denyut kehidupan MDTA.
“Program ini adalah bentuk nyata dari pengabdian kami. Kami berharap apa yang telah dibagikan selama ini dapat menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi peserta didik,” ujar Arie Nurdiansyah, M.Pd, perwakilan LPPM STIT Al-Khairiyah Citangkil.
Menurut Arie, Al-Khairiyah Mengajar dirancang bukan hanya untuk memperkuat kualitas pendidikan madrasah, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik dan pejuang dakwah di tengah masyarakat.
Acara perpisahan berlangsung khidmat dan sarat makna. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran dosen pembimbing, pengurus MDTA Al-Khairiyah Purwakarta, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta didik. Tangis haru, pelukan perpisahan, dan doa-doa tulus mengiringi akhir masa pengabdian para mahasiswa.
Namun, meski masa tugas telah berakhir, semangat pengabdian justru kian menguat. Seluruh peserta dan panitia menutup rangkaian acara dengan menggaungkan semboyan kebanggaan institusi:
“Al-Khairiyah Satria Setia Bhakti, Al-Khairiyah Bhakti Sepanjang Zaman!”
Slogan ini bukan sekadar seruan, melainkan refleksi nilai yang tertanam dalam setiap insan Al-Khairiyah: bahwa mengabdi bukan soal waktu, melainkan panggilan jiwa.
Melalui Program Al-Khairiyah Mengajar, STIT Al-Khairiyah Citangkil kembali membuktikan diri sebagai kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan agen perubahan yang siap berbakti untuk umat, bangsa, dan peradaban.
(Pis/Red*)















