STIT Al-Khairiyah Kawal Beasiswa Cilegon Juare, Mahasiswa Diminta Tertib Administrasi

Foto : Mahasiswa penerima beasiswa tampak serius menyimak pemaparan materi pembinaan dan teknis pelaporan administrasi di Auditorium STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon.

CILEGON, WILIP.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Khairiyah Citangkil Cilegon kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal program beasiswa daerah. Melalui kegiatan bertajuk Pembinaan & Informasi Pelaporan Beasiswa, kampus ini memastikan para mahasiswa penerima bantuan pendidikan memahami pentingnya tertib administrasi sebagai bagian dari tanggung jawab akademik.

Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, di Ruang Auditorium 2 kampus setempat dan diikuti mahasiswa penerima Beasiswa Pemkot Angkatan 2024 serta Beasiswa Cilegon Juare Angkatan 2025.

Pertemuan ini tidak sekadar seremoni. Agenda utamanya adalah pembinaan teknis terkait mekanisme pelaporan dan verifikasi administrasi beasiswa agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Kepegawaian, Hj. Nadhrotul Uyun, M.Pd., menegaskan bahwa beasiswa merupakan amanah dari Pemerintah Kota Cilegon yang harus dijaga dengan prestasi sekaligus tanggung jawab administratif.

“Beasiswa Cilegon Juare adalah bentuk investasi masa depan bagi putra-putri daerah. Tertib administrasi dalam pelaporan bukan sekadar kewajiban formal, melainkan wujud syukur dan transparansi kita sebagai akademisi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya ketepatan waktu dalam proses verifikasi. Menurutnya, kelalaian administrasi bisa berdampak pada kelancaran studi mahasiswa maupun keberlanjutan program.

“Kami ingin memastikan tidak ada mahasiswa yang terkendala studinya hanya karena persoalan administrasi. Gunakan forum ini untuk berkonsultasi dan menyelesaikan kendala yang dihadapi,” tambahnya.

Sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Cilegon, STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon memposisikan diri tidak hanya sebagai pelaksana pendidikan, tetapi juga pengawal program peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.

Pembinaan rutin seperti ini menjadi bagian dari sistem pengawasan internal agar penyaluran beasiswa tetap tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. Dengan administrasi yang tertib, proses pencairan tahap berikutnya diharapkan berjalan tanpa hambatan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diisi dengan pemaparan teknis pelaporan oleh Rika Amalia, S.Kom., dilanjutkan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mendapatkan penjelasan langsung dari pihak kampus.

Melalui pendekatan pembinaan yang sistematis, STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kedisiplinan, integritas, dan tata kelola administrasi yang profesional.

 

(Pis/Red*)