Asta Cita Chandra Asri: Menyulam Asa, Mengubah Wajah Negeri

JAKARTA, WILIP.ID — Ramadan menjadi bulan sibuk bagi PT Chandra Asri Pacific Tbk. Tahun ini, perusahaan energi dan kimia terbesar di Asia Tenggara itu membagikan 5.000 paket sembako berisi 14,3 ton beras dan 1.640 dus mi instan kepada warga sekitar pabriknya. Tapi bagi Chandra Asri, sedekah tak cukup berhenti di beras dan mi instan.

“Melalui seluruh inisiatif ini, Chandra Asri Group memperkuat peran sebagai mitra pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Edi Rivai, Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Jumat, 2 Mei 2025. “Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami berkomitmen mewujudkan Asta Cita, membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera dan inklusif.”

Lewat sejumlah program sosial, Chandra Asri merangkul masyarakat: memperkuat ekonomi, meningkatkan pendidikan, hingga menjaga kesehatan. Semua terangkum dalam semangat Asta Cita — delapan cita-cita besar Indonesia untuk sejahtera dan berdaya.

Di Cilegon, misalnya, perusahaan menggandeng sepuluh organisasi lokal. Hasilnya, 3.035 orang mendapat manfaat, dari pelatihan ekonomi hingga kegiatan sosial budaya. Lewat program bank sampah dan SAGARA, lebih dari 1.500 warga pesisir terlibat memilah plastik. Dari 508,8 ton sampah sejak 2021, terkumpul tabungan senilai Rp51,3 juta — bukti bahwa sampah pun bisa jadi berkah.

“Warga sangat terbantu, terutama soal edukasi memilah sampah dan menabung dari hasilnya,” kata Nurhayati, salah satu penggerak bank sampah di Cilegon. Menurutnya, program ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga mengubah pola pikir warga terhadap lingkungan.

Di sektor pangan, program BERSERI (Beternak untuk Masyarakat Sejahtera dan Mandiri) melibatkan 55 peternak kambing dan domba. Tak hanya menghasilkan daging, tapi juga 2.003 karung pupuk organik dari 39,1 ton limbah ternak. Inovasi kandang plastik menekan biaya perawatan hingga Rp1,2 juta per tahun. Dari kandang, cerita berlanjut ke dapur: program CEMARA Berdaya melatih 14 perempuan mengolah daging jadi rabeg, kuliner khas Banten, yang kini hadir dalam 700 kemasan siap saji — sebagian disalurkan untuk bantuan bencana dan tambahan gizi anak-anak.

Tak ketinggalan, sektor perikanan digarap lewat pelatihan budikdamber (budidaya ikan dalam ember), melibatkan 92 warga bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal.

Di bidang pendidikan, Chandra Asri serius. Beasiswa untuk anak yatim, dhuafa, warga sekitar, dan anak karyawan berprestasi sudah menjangkau 978 siswa dari D1 hingga S1. Tujuh PAUD direnovasi dengan konsep ramah anak, menaikkan jumlah murid 10 persen, sementara 80 guru SMA digembleng lewat pelatihan sains, teknologi, dan bahasa Inggris.

Di sisi kesehatan, perhatian tertuju pada ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan balita stunting. Sejak 2019, 31.056 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) telah disalurkan, 366 ibu dilibatkan dalam program percepatan penurunan stunting, 256 balita mendapat intervensi, dan 110 ibu hamil menerima layanan kesehatan terpadu — dari pemeriksaan medis hingga kelas parenting.

Tak berlebihan rasanya jika Chandra Asri kini tak hanya dikenal sebagai raksasa industri, tapi juga sebagai motor penggerak perubahan di akar rumput.

(Red*)