SERANG, WILIP.ID – Ramadan belum tiba, tapi geliatnya sudah terasa. Menyambut bulan suci 1447 Hijriah, PB Al-Khairiyah langsung tancap gas dengan membagikan 500 mushaf Al-Qur’an kepada warga Desa Ukir Sari, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Selasa (17/2/2026).
Bukan sekadar seremoni, gerakan ini dikemas sebagai aksi nyata menyemarakkan Ramadan sekaligus menghidupkan kembali tradisi tadarus di tengah masyarakat. Suasana penyerahan berlangsung khidmat, disaksikan unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.
Ketua Umum PB Al-Khairiyah melalui Sekretaris Jenderal, H. Ahmad Munji, menegaskan bahwa Ramadan tidak boleh hanya dipahami sebagai ritual tahunan.
“Ramadan bukan hanya momentum ibadah personal. Ini saat terbaik memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi,” tegas Ahmad Munji.
Menurutnya, gerakan sedekah ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam menebar manfaat langsung kepada umat. Ia ingin Ramadan diisi dengan aksi konkret, bukan sekadar wacana.
“Kalau kita ingin Ramadan lebih bermakna, maka harus ada gerakan kebaikan yang terasa dampaknya. Sedekah harus menjadi budaya, bukan musiman,” ujarnya.
Distribusi 500 mushaf bukan tanpa alasan. Ramadan identik dengan bulan Al-Qur’an—bulan di mana umat Islam berlomba-lomba memperbanyak tilawah. Namun di sejumlah wilayah, ketersediaan mushaf masih menjadi kendala.
PB Al-Khairiyah melihat celah itu dan memilih bergerak.
“Kami berharap mushaf ini dimanfaatkan maksimal untuk tadarus di masjid, musala, maupun di rumah-rumah warga. Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, maka akses terhadap mushaf harus dipastikan,” kata Ahmad Munji.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa penguatan spiritual harus berjalan seiring dengan penguatan sosial. Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi dihidupkan dalam keseharian.
Ahmad Munji juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah desa agar program sosial tidak salah sasaran.
“Sinergi itu kunci. Dengan koordinasi yang baik, bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” jelasnya.
Kepala Desa Ukir Sari yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kepedulian PB Al-Khairiyah. Menurutnya, bantuan mushaf sangat membantu warga dalam menyambut Ramadan, terutama untuk kegiatan tadarus bersama.
Tokoh masyarakat setempat pun menyambut positif gerakan ini dan berharap program serupa terus berlanjut serta menjangkau wilayah lain yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, PB Al-Khairiyah menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai motor penggerak aksi sosial di tengah masyarakat.
Ramadan 1447 H pun diposisikan sebagai momentum kebangkitan spiritual sekaligus penguatan solidaritas sosial. Pesannya jelas: ibadah vertikal harus diiringi kepedulian horizontal.
Dengan 500 mushaf yang kini tersebar di Desa Ukir Sari, harapannya satu—ayat demi ayat kembali menggema di masjid dan rumah warga, menghidupkan malam-malam Ramadan dengan cahaya tilawah dan semangat berbagi.
(Pis/Red*)















