Berita  

Tokoh Masyarakat Sebut Wali Kota Cilegon Pengecut Hadapi Guru

 

CILEGON, WILIP.ID – Ribuan guru honorer di Kota Cilegon kembali menggelar aksi protes menuntut kejelasan pembayaran honor mereka yang belum diterima selama tiga bulan terakhir. Sayangnya, meski aksi berlangsung sejak pagi hingga petang, Rabu 22 Januari 2025, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian tidak menunjukkan itikad untuk menemui para guru.

Rufaji, salah satu tokoh masyarakat setempat, dengan tegas mengecam sikap Wali Kota yang dianggap lepas tangan. Menurutnya, Helldy memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan guru honorer dibayar.

“Segala sesuatu yang diraih Wali Kota dan pejabat Pemkot Cilegon adalah berkah dari guru-guru yang telah mendidik mereka. Maka hargailah gurumu, jangan didzolimi. Ini bukan hanya soal uang, ini soal moralitas dan rasa hormat terhadap pahlawan tanpa tanda jasa,” tegas Rufaji.

Lebih jauh, Rufaji menilai bahwa sikap Helldy yang memilih tidak menemui para guru hanya menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap mereka yang telah berjuang mencerdaskan generasi muda Cilegon.

“Jika seorang pemimpin tidak mampu bertanggung jawab atas hal fundamental seperti membayar honor guru, bagaimana masyarakat bisa percaya kepada pemerintahannya?” ujar Rufaji.

Kritik serupa datang dari Kang Qori, aktifis senior yang turut prihatin atas nasib para guru honorer. Ia menilai keterlambatan pembayaran honor ini adalah cerminan buruknya manajemen pemerintahan Kota Cilegon.

“Tidak dibayarkannya honor ribuan guru selama tiga bulan membuktikan bahwa penghargaan yang selama ini dikumpulkan Wali Kota tidak ada gunanya. Membayar honor guru saja tidak mampu, apalagi berani duduk bersama mereka. Ini sangat memalukan,” ungkap Kang Qori.

Para guru honorer yang bergantung pada honorarium ini kini berada di ambang keputusasaan. Tidak sedikit dari mereka yang harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kang Qori menilai bahwa ketidakmampuan Helldy untuk menghadapi para guru hanya akan memperburuk citra kepemimpinannya.

Nasib ribuan guru honorer di Cilegon kini berada di ujung tanduk. Mereka berharap ada langkah nyata dari Pemkot Cilegon untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, masa depan pendidikan dan generasi muda kota ini sedang dipertaruhkan.