CILEGON, WILIP.ID — Pemerintah Kota Cilegon menjadikan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 sebagai momentum penting untuk meluncurkan inovasi percepatan penanganan stunting. Fokus utamanya: melatih 78 kader kesehatan agar mampu menggunakan aplikasi khusus untuk memantau kondisi keluarga secara langsung dan real time.
Pelatihan ini dilakukan di bawah kerja sama Pemkot Cilegon dengan Momentum, lembaga mitra kesehatan dari Amerika Serikat. Program ini menjadi bagian dari pilot project layanan kesehatan door to door yang akan diperkuat di dua kelurahan wilayah Ciwandan.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menegaskan bahwa penggunaan aplikasi digital akan menjadi tulang punggung pemantauan kesehatan keluarga.
“Dengan aplikasi ini, kader bisa mencatat data secara langsung saat kunjungan. Data masuk real time, lebih valid, dan memudahkan intervensi cepat untuk mencegah stunting,” ujar Fajar, Kamis 4 Desember 2025.
Aplikasi tersebut memungkinkan kader mendokumentasikan berbagai indikator kesehatan: mulai dari kondisi gizi balita, keluhan ibu hamil, hingga temuan penyakit yang membutuhkan rujukan cepat.
“Ini pilot project yang dibantu Momentum. Fokus kita adalah memastikan layanan kesehatan bisa hadir sampai pintu rumah warga,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M., menjelaskan bahwa sistem digital ini mengubah pola kerja kader dari manual menjadi berbasis data.
“Ketika kader turun ke rumah warga, semua temuan mereka langsung tercatat di aplikasi. Ini membuat datanya valid, rapi, dan bisa dipantau terus oleh tenaga medis,” jelasnya.
Ratih menyebut 78 kader dipilih secara khusus untuk menjadi kelompok pertama yang menerima pelatihan langsung dari tim Momentum.
“Mereka dilatih bukan hanya cara memakai aplikasi, tetapi juga bagaimana memastikan komunikasi efektif saat kunjungan rumah,” kata Ratih.
Plt Sekda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menekankan bahwa keberhasilan program ini butuh dukungan banyak pihak, termasuk industri melalui CSR.
“Pemerintah sudah bergerak, kader sudah disiapkan, teknologinya ada. Kami berharap perusahaan di Cilegon ikut mendukung untuk memperkuat upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Peluncuran program pelatihan 78 kader ini menjadi tanda bahwa Pemkot Cilegon tengah bertransisi menuju layanan kesehatan yang:
1. berbasis digital,
2. responsif,
3. mudah dijangkau,
dan mampu memberikan intervensi cepat pada keluarga berisiko stunting.
Acara Gebyar HKN ke-61 ditutup dengan deklarasi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan kesehatan di Kota Cilegon.
(Pis/Red*)















