CILEGON, WILIP.ID – Menjelang dua agenda budaya bertaraf nasional dan internasional yang akan digelar di Kota Cilegon, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengadakan Audisi Tari Kreasi, Kamis (10/7/2025). Audisi ini menjadi ajang seleksi bagi para penari muda berbakat yang akan tampil dalam Budaye Cilegon Fest dan International Folk-Arts Festival pada 6-11 Agustus mendatang.
Bertempat di Aula Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Cilegon, audisi ini diikuti oleh 14 peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SMP/SMA serta perwakilan sanggar tari se-Kota Cilegon.
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah kehadiran Ibu Wakil Wali Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati, yang duduk sebagai dewan juri bersama Rohaendi dari Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Ayu Wiranti dari CIOFF Indonesia.
Dalam sambutannya, Nur Kusuma mengapresiasi pelaksanaan audisi yang dinilainya sebagai langkah nyata dalam pelestarian budaya daerah.
“Ini bukan kegiatan biasa. Tidak semua kota bisa mengadakan ajang seperti ini tanpa dukungan penuh dari kepala daerahnya. Ini bukti bahwa pelestarian budaya jadi perhatian serius,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berdasarkan teknik tari semata, tetapi juga mencakup ekspresi, ketulusan dalam menari, dan sikap empati antarpenari.
“Menari itu harus dari hati. Mata, gerakan tangan, dan ekspresi wajah harus bisa menyampaikan cerita. Tapi lebih dari itu, penari profesional juga harus tahu kapan harus mendukung temannya, bukan sekadar bersaing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menegaskan bahwa audisi ini bukan sekadar kompetisi seni, melainkan juga sarana pendidikan karakter.
“Saya bangga melihat semangat anak-anak muda yang melestarikan budaya lewat tari kreasi. Audisi ini bukan cuma ajang seleksi, tapi juga ruang belajar karakter dan pemahaman budaya lokal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Heni menyebut bahwa para penampil terbaik dari ajang ini akan mewakili Kota Cilegon dalam dua agenda besar tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa International Folk-Arts Festival tahun ini akan dihadiri delegasi dari empat negara, yakni Brunei Darussalam, Malaysia, India, dan Korea Selatan.
Dengan dukungan berbagai pihak, Audisi Tari Kreasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan penari-penari berbakat, tetapi juga menjadi pondasi kuat bagi Cilegon sebagai kota budaya yang aktif di pentas internasional.
(Elisa/Red*)















