Kemarau Melanda, Warga Cipala Pulomerak Krisis Air Bersih: “Mandi Saja Harus Antri”

Oplus_131072

CILEGON, WILIP.ID – Warga Kampung Cipala, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon kembali dihantui krisis air bersih saat musim kemarau melanda. Setiap hari, warga RT 05 dan RT 06 harus rela antre demi mendapatkan beberapa galon air untuk mandi dan mencuci.

Senimin, salah satu warga, mengaku terpaksa mengantre sejak pagi demi mendapatkan jatah air bersih. “Setiap hari harus antre, air cuma cukup buat mandi dan cuci. Kalau buat masak kadang harus beli,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).

Kondisi ini bukan hal baru. Setiap kali kemarau tiba, krisis air bersih menjadi langganan warga Cipala. Ironisnya, hal ini terjadi di kota yang sering disebut sebagai kawasan industri dan simbol kemakmuran Banten, yaitu Cilegon.

Ketua RT 05 Cipala, Jemari, membenarkan bahwa warganya kesulitan mendapatkan air bersih. Ia menyebut, layanan air dari PDAM Cilegon hanya menjangkau RT 01 hingga RT 04, sementara RT 05 dan 06 masih berada di luar jangkauan distribusi air.

“Benar, tiap kemarau warga kami susah air. PDAM memang sudah masuk, tapi hanya sampai RT 04. Debit air juga kecil, jadi RT 05 dan 06 tidak teraliri,” jelas Jemari saat dikonfirmasi.

Pihak RT telah berulang kali berkoordinasi dengan stakeholder terkait, namun hingga kini belum ada solusi konkret. Jemari berharap, Pemerintah Kota Cilegon dan PDAM segera merealisasikan pipanisasi ke wilayahnya.

“Kami minta perhatian dari PDAM dan pemkot. Jangan tutup mata. Warga di sini juga bagian dari Cilegon. Kami butuh pipanisasi yang menjangkau RT 05 dan 06,” tegasnya.

Krisis air bersih di Cipala bukan sekadar masalah teknis, tapi soal keadilan distribusi layanan publik. Di tengah geliat industri yang menghasilkan miliaran rupiah setiap hari, ada warga yang harus antre hanya untuk sekadar mandi. Sampai kapan?

 

(Has/Red*)