Sapu Bersih Juara, MAN 2 Cilegon Jadi Magnet Baru MTQ Kota Baja

CILEGON, WILIP.ID – Deretan piala berkilau memenuhi ruang Wakil Kesiswaan MAN 2 Kota Cilegon. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Cilegon yang digelar pada 26–29 September 2025 lalu, para siswa madrasah negeri itu tampil luar biasa. Dari 26 peserta yang dikirim, hampir seluruhnya pulang membawa gelar juara.

“Alhamdulillah, dari 26 siswa yang ikut, sekitar 95 persen berhasil meraih juara,” ujar Ali Yaqub, Wakil Kesiswaan sekaligus Pembina Bidang Fahmil Qur’an MAN 2 Kota Cilegon, saat ditemui usai penyerahan piala, Senin, 7 Oktober 2025.

Menurut Ali, capaian ini bukan kebetulan. Sebelum lomba dimulai, para siswa mendapat pembinaan intensif selama sepekan penuh. “Kami bahkan meminta dispensasi kepada kepala madrasah agar anak-anak fokus berlatih,” katanya. Madrasah juga menggandeng pembina eksternal, Drs. H. Husni Fathoni, untuk memperdalam pemahaman dan teknik tilawah para peserta.

Lumbung Juara dari Dua Kecamatan

MAN 2 Cilegon menurunkan dua kafilah besar: satu mewakili Kecamatan Grogol, satu lagi dari Kecamatan Pulomerak. Dari Grogol, para siswa meraih gelar bergengsi:

Juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) Putri

Juara 1 Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) Putra

Juara 1 MSQ Putri

Juara 1 Hifdzil Hadis 500

Juara 2 MFQ Putra

Sementara dari kafilah Pulomerak, hasilnya tak kalah membanggakan:

Juara 1 MFQ Putra

Juara 2 MFQ Putri

Juara 3 MSQ Putri

 

“Anak-anak berjuang luar biasa. Mereka belajar bukan hanya untuk lomba, tapi juga untuk memahami dan mengamalkan Al-Qur’an,” tutur Ali dengan mata berbinar.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi madrasah yang berdiri di kawasan industri itu, prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan agama bisa berjalan seiring dengan semangat kompetitif anak muda. MTQ bukan semata ajang adu suara merdu atau hafalan ayat, tapi ruang pembentukan karakter, disiplin, dan kepekaan spiritual.

Ali berharap Pemerintah Kota Cilegon tidak berhenti di euforia juara. “Kami berharap ada pembinaan berkelanjutan dari pemerintah. Anak-anak ini akan mewakili kota ke tingkat provinsi, mereka perlu dukungan moral dan fasilitas pelatihan,” ujarnya.

Cahaya dari Madrasah

Dalam beberapa tahun terakhir, MAN 2 Cilegon memang dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan literasi Al-Qur’an. Sekolah ini menempatkan prestasi bukan sekadar angka di piagam, melainkan proses pembentukan generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan siap menjadi duta moral di tengah derasnya arus digitalisasi.

Prestasi di MTQ 2025 pun seolah menegaskan reputasi itu. Dari ruang kelas hingga panggung lomba, semangat anak-anak madrasah ini menyala — membawa pesan bahwa cahaya Al-Qur’an bisa lahir dari mana saja, termasuk dari sebuah sekolah negeri di sudut Kota Baja.

 

(Elisa/Red*)