CILEGON, WILIP.ID – Wakil Ketua KADIN Kota Cilegon, Mulyadi Sanusi, atau yang akrab disapa Cak Moel, menegaskan bahwa sejarah penyebaran Islam di Banten tidak bisa dilepaskan dari denyut perdagangan internasional pada abad ke-15. Menurutnya, gelombang Islamisasi di wilayah pesisir barat Pulau Jawa ini terjadi bukan lewat penaklukan, melainkan lewat interaksi ekonomi yang kemudian berkembang menjadi transformasi sosial dan budaya.
“Islam masuk ke Banten melalui jalur perdagangan sejak abad ke-15. Resmi berkembang setelah Kesultanan Banten berdiri tahun 1526 oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, bersama putranya Maulana Hasanuddin,” ujar Cak Moel, Minggu malam (23/11/2025).
Ia menjelaskan, Maulana Hasanuddin yang kemudian menjadi Sultan Banten pertama memainkan peran penting dalam mempercepat proses Islamisasi. Bukan hanya sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai tokoh spiritual dan penggerak kebudayaan.
Cak Moel menyebut Banten sejak lama dikenal sebagai pelabuhan strategis yang dilintasi pedagang Arab, Gujarat, hingga Tiongkok. Interaksi itulah yang membuka ruang bagi berkembangnya agama Islam.
“Perdagangan bukan cuma soal barang yang berpindah tangan, tapi juga gagasan, nilai, dan keyakinan. Banten menjadi buktinya,” ujarnya.
Menurutnya, memahami sejarah tersebut penting bagi generasi sekarang, terutama dalam melihat bagaimana ekonomi dan spiritualitas dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.
(Rais/Red*)















