Pimpin KNPI Citangkil, Akbar Kurniawan Ajak Pemuda Tinggalkan Sekat Perbedaan

CILEGON, WILIP.ID — Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Citangkil menjadi penanda penting arah baru gerakan kepemudaan di wilayah tersebut. Akbar Kurniawan resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Citangkil, Minggu (11/1), dengan membawa pesan utama: persatuan pemuda di atas segala perbedaan.

Muscam berlangsung demokratis dan diikuti unsur organisasi kepemudaan (OKP) serta perwakilan pemuda se-Kecamatan Citangkil. Akbar terpilih setelah memperoleh dukungan mayoritas peserta sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI.

Dalam sambutannya, Akbar secara tegas mengajak seluruh pemuda Citangkil untuk meninggalkan sekat-sekat perbedaan yang selama ini kerap melemahkan gerakan kepemudaan. Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi, pandangan, maupun kepentingan tidak semestinya menjadi alasan untuk terpecah.

“Perbedaan itu keniscayaan, tapi jangan sampai menjadi tembok pemisah. Jika pemuda terus terjebak dalam sekat-sekat, energi kita akan habis untuk konflik internal, bukan untuk kerja nyata bagi masyarakat,” ujar Akbar.

Ia menilai KNPI harus bertransformasi menjadi rumah besar yang inklusif, tempat seluruh pemuda merasa memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi. Persatuan, kata dia, merupakan modal utama agar pemuda mampu mengambil peran strategis dalam menjawab persoalan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan di tingkat kecamatan.

Akbar menekankan, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut pemuda untuk lebih solid dan kolaboratif. Ego sektoral dan kepentingan kelompok, menurutnya, hanya akan menjauhkan pemuda dari substansi peran sosial yang seharusnya diemban.

“Sudah saatnya pemuda Citangkil bersatu, saling menguatkan, dan bergerak bersama. KNPI tidak boleh menjadi simbol perpecahan, melainkan motor penggerak perubahan dan pemersatu gagasan,” katanya.

Ke depan, Akbar berkomitmen mendorong konsolidasi lintas organisasi kepemudaan, memperkuat kaderisasi yang terbuka, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan elemen masyarakat lainnya. Ia menegaskan, program KNPI harus berorientasi pada dampak nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Dengan kepemimpinan baru ini, KNPI Kecamatan Citangkil diharapkan mampu keluar dari polarisasi internal dan tampil sebagai organisasi kepemudaan yang solid, inklusif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, bagi Akbar, kekuatan pemuda tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan merajut perbedaan menjadi energi perubahan.

 

(Pis/Red*)