CILEGON, WILIP.ID – Semangat kepanduan dan pengabdian kesehatan berpadu dalam satu momentum penting di Aula Lantai 2 , Rabu (25/2/2026). Pengurus Satuan Karya (Saka) Bakti Husada Pangkalan Sultan Ageng Tirtayasa resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2031.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Cilegon, Erza Erdiansyah, dan dihadiri jajaran pimpinan BKK Kelas I Banten dan tokoh pramuka lainnya.
Pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah deklarasi komitmen membangun kader kesehatan muda yang siap menjawab tantangan ketahanan kesehatan nasional, khususnya di wilayah strategis pintu masuk pulau jawa.
Struktur yang dilantik meliputi Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka), Pimpinan Saka (Pinsaka), Pamong Saka, dan Instruktur Saka. Seluruhnya berada di bawah naungan BKK Kelas I Banten dengan pangkalan Sultan Ageng Tirtayasa.

Ketua Mabisaka Saka Bakti Husada BKK Kelas I Banten, dr. Laode Muhammad Hajar Dony, menegaskan bahwa peran Saka Bakti Husada sangat relevan di era mobilitas global yang tinggi.
Menurutnya, edukasi tentang kesehatan matra dan kekarantinaan bukan lagi isu teknis semata, melainkan bagian dari pertahanan negara di sektor kesehatan.
“Kita ingin pangkalan ini menjadi kawah candradimuka bagi pramuka penegak dan pandega untuk tumbuh sebagai kader kesehatan yang terampil, tanggap, dan berkarakter,” ujarnya.
Dalam konteks Banten yang memiliki pelabuhan dan akses transportasi strategis, kehadiran Saka Bakti Husada di lingkungan BKK menjadi langkah visioner. Edukasi tentang pencegahan penyakit lintas batas, pengawasan kesehatan di pintu masuk pulau jawa, hingga kesiapsiagaan wabah menjadi bagian dari materi pembinaan.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan naskah ikrar serta penandatanganan berita acara sebagai simbol tanggung jawab moral dan organisatoris.
Semangat yang digaungkan jelas: pramuka bukan hanya soal baris-berbaris dan kemah, tetapi juga pengabdian nyata pada masyarakat. Terlebih di bidang kesehatan yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak.
Dengan masa bakti lima tahun ke depan, para pengurus dituntut tak sekadar aktif secara administratif, tetapi mampu melahirkan program-program inovatif dan aplikatif.
Kolaborasi antara dunia kepanduan dan institusi kesehatan ini diharapkan melahirkan generasi muda yang sehat, mandiri, berjiwa patriotik, serta memiliki kepedulian sosial tinggi.
“Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” bukan hanya semboyan, tetapi komitmen nyata membangun Indonesia dari sektor kesehatan.
Pelantikan ini menjadi awal sinergi baru—menguatkan barisan muda di garda depan ketahanan kesehatan nasional, dimulai dari Banten.
(Has/Red*)















