Ribuan Jamaah Hadiri Ataqoh Kubro dan Haul Ke-5 KH Suhaimi, Warisan Dakwah Kiyai Agung Palas Terus Hidup di Tengah Masyarakat

CILEGON, WILIP.ID – Malam itu, halaman Masjid Jami Al-Furqon di Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, dipenuhi umat muslim. Ribuan jamaah dari berbagai daerah datang untuk mengikuti Ataqoh Kubro dan doa bersama dalam rangka mengenang lima tahun wafatnya ulama kharismatik Banten, Syaikhuna KH Suhaimi bin Haji Ahmad Nahrawi atau yang dikenal masyarakat sebagai Kiyai Agung Palas, Sabtu malam (13/6/2026).

Suasana religius terasa sejak awal acara. Lantunan dzikir, doa, dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di kawasan masjid yang selama puluhan tahun menjadi pusat dakwah almarhum. Tidak hanya masyarakat Kota Cilegon, jamaah juga datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Serang, Pandeglang, hingga daerah lain di Provinsi Banten.

Haul ke-5 KH Suhaimi bukan sekadar agenda tahunan keluarga. Lebih dari itu, kegiatan tersebut telah menjadi ruang silaturahmi umat sekaligus momentum untuk mengenang keteladanan seorang ulama yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk dakwah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Cilegon Robinsar, para ulama dan kyai, tokoh masyarakat, santri, serta sejumlah pejabat daerah, di antaranya Camat Cilegon, Camat Cibeber, dan unsur pemerintahan setempat.

Gotong Royong Warga Jadi Kunci Sukses Acara

Di balik suksesnya penyelenggaraan haul, terdapat semangat kebersamaan yang kuat dari masyarakat Lingkungan Palas. Warga bergotong royong sejak sehari sebelum acara untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari penataan lokasi, penyambutan tamu, hingga konsumsi bagi ribuan jamaah yang hadir.

Putra almarhum, KH Martin Suhaimi, mengaku bersyukur karena kegiatan haul tahun ini kembali berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan.

Menurutnya, keberhasilan acara tidak terlepas dari dukungan keluarga besar, para santri, serta masyarakat Palas yang selama ini terus menjaga tradisi kebersamaan yang diwariskan almarhum KH Suhaimi.

“Alhamdulillah, haul tahun ini berjalan lancar dan khidmat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir dan turut mendoakan orang tua kami. Semoga kebersamaan ini menjadi wasilah keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan yang selama ini diajarkan almarhum masih terus hidup di tengah masyarakat.

Melanjutkan Jejak Dakwah Sang Ulama

Sebagai penerus perjuangan dakwah ayahandanya, KH Martin Suhaimi berharap kegiatan haul dan Ataqoh Kubro tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok KH Suhaimi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Baginya, haul merupakan momentum untuk meneladani perjuangan para ulama yang telah mendedikasikan hidupnya demi kemaslahatan umat.

“Melalui haul ini, kami ingin mengenang perjuangan dan keteladanan orang tua kami. Semoga seluruh jamaah yang hadir memperoleh keberkahan dan doa-doa yang dipanjatkan dikabulkan Allah SWT,” katanya.

Nama KH Suhaimi sendiri dikenal luas sebagai salah satu ulama kharismatik Banten yang memiliki pengaruh besar dalam dunia dakwah dan pendidikan Islam. Melalui majelis ilmu dan pesan dakwahnya, beliau telah melahirkan banyak santri yang kini tersebar di berbagai daerah dan menjadi penerus perjuangan dakwah Islam.

Wali Kota: KH Suhaimi Meninggalkan Warisan Ilmu yang Besar

Wali Kota Cilegon Robinsar yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada keluarga besar KH Suhaimi yang secara konsisten menjaga tradisi haul sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama.

Menurut Robinsar, KH Suhaimi merupakan sosok ulama yang tidak hanya dikenal karena kedalaman ilmunya, tetapi juga karena dedikasinya dalam membina umat dan mencetak generasi penerus yang berakhlak.

“Almarhum KH Suhaimi adalah sosok ulama yang sangat dihormati. Beliau dikenal sebagai kyai kharismatik yang memiliki keilmuan mendalam, penulis kitab, serta telah melahirkan banyak santri yang kini tersebar di berbagai wilayah Banten,” ujar Robinsar.

Ia menilai, warisan terbesar yang ditinggalkan almarhum bukan hanya bangunan fisik atau lembaga pendidikan, melainkan ilmu pengetahuan, keteladanan, dan nilai-nilai keagamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, Robinsar juga mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kami berharap doa-doa yang dipanjatkan malam ini menjadi amal jariyah bagi almarhum. Kami juga memohon doa dari para ulama dan masyarakat agar Pemerintah Kota Cilegon dapat terus menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Menjaga Warisan Ulama, Merawat Persatuan Umat

Pelaksanaan Ataqoh Kubro dan Haul ke-5 KH Suhaimi kembali menunjukkan betapa besar kecintaan masyarakat terhadap para ulama. Kehadiran ribuan jamaah menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai dakwah, keteladanan, dan pengabdian yang diwariskan almarhum masih terus hidup dan dirasakan manfaatnya hingga saat ini.

Di tengah berbagai tantangan zaman, haul tidak hanya menjadi agenda mengenang sosok yang telah berpulang, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan meneruskan perjuangan dakwah yang berlandaskan ilmu, akhlak, serta kecintaan kepada agama dan bangsa.

(Has/Red*)