TANGERANG SELATAN, WILIP.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Cilegon menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Pranaya Boutique Hotel Tangerang Selatan, Sabtu (27/6/2026). Forum tahunan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi tantangan dunia usaha di tengah derasnya arus investasi yang masuk ke Kota Cilegon.
Mengusung semangat “Bersinergi, Berinovasi, dan Berkontribusi”, Raker diikuti jajaran pengurus, anggota HIPPI, pengusaha lintas sektor, serta dihadiri Ketua DPD HIPPI Provinsi Banten Syaiful Bahri dan Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo.
Ketua Pelaksana Raker DPC HIPPI Kota Cilegon, Apriyono, mengatakan HIPPI ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan investasi yang berdampak langsung terhadap pelaku usaha lokal.
“Kami ingin HIPPI bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, mendukung program Pemerintah Kota Cilegon, sekaligus menciptakan kemandirian dunia usaha. Cilegon merupakan jantung industri nasional. Akan sangat disayangkan apabila pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” ujar Apriyono.
Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan terletak pada banyaknya program yang dibuat, melainkan sejauh mana program tersebut mampu dijalankan secara nyata dan memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC HIPPI Kota Cilegon, Muhammad Zia Ulhaq, menegaskan bahwa Raker bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan ruang memperkuat kolaborasi antaranggota.
“Setiap anggota memiliki kesibukan masing-masing. Melalui Raker ini kami ingin mempererat silaturahmi, bertukar informasi, membangun jejaring bisnis, dan menyusun program yang benar-benar bisa dijalankan,” katanya.
Ia menilai organisasi tidak perlu memiliki terlalu banyak program. Yang lebih penting adalah menghadirkan program yang konkret, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan anggota.
Dalam kesempatan itu, Zia juga mendorong pembentukan kelompok kerja di tingkat kecamatan sebagai wadah koordinasi sekaligus penguatan jaringan usaha lokal.
“Cilegon memang wilayahnya kecil, tetapi nilai investasinya sangat besar. Kalau pelaku usaha lokal tidak meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, peluang tersebut akan diambil oleh pihak luar,” tegasnya.
Menurut Zia, kualitas pelayanan, komunikasi, dan kemampuan memenuhi standar industri menjadi modal utama agar pengusaha lokal mampu bersaing di tengah masuknya investasi berskala nasional maupun internasional.
Ia mengungkapkan, mayoritas anggota HIPPI Cilegon berasal dari berbagai latar belakang usaha, mulai dari kontraktor, perusahaan logistik, sektor industri, media hingga pelaku UMKM. Keragaman tersebut menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Kami tidak akan tumbuh besar jika berjalan sendiri-sendiri. Sinergi adalah kekuatan utama organisasi ini,” ujarnya.
Ketua DPD HIPPI Provinsi Banten, Syaiful Bahri, mengapresiasi konsistensi HIPPI Kota Cilegon yang dinilainya sebagai salah satu cabang paling aktif di Banten.
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Karena itu, pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan modal, tetapi juga harus memperkuat jaringan, komunikasi, inovasi, dan kompetensi.
“Pengusaha hari ini harus memiliki akses, networking, kemampuan berkomunikasi, dan inovasi. Dunia usaha berubah sangat cepat sehingga kolaborasi menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan,” katanya.
Syaiful juga mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha pasti menghadapi dinamika bisnis, mulai dari kenaikan nilai tukar dolar, harga energi, hingga meningkatnya biaya operasional. Kondisi tersebut menuntut pengusaha untuk lebih kreatif mencari peluang dan efisiensi.
Ia berharap semakin banyak pengusaha muda yang lahir dari HIPPI sehingga mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan rasio kewirausahaan nasional.
“Negara maju ditopang oleh jumlah pengusaha yang kuat. Karena itu HIPPI harus menjadi tempat lahirnya pengusaha-pengusaha tangguh yang mampu naik kelas hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, memberikan apresiasi terhadap kiprah HIPPI yang dinilainya lebih banyak bekerja dibanding membangun pencitraan.
Menurutnya, organisasi pengusaha harus mampu menjadi contoh melalui karya nyata dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Saya melihat HIPPI tidak banyak drama, tetapi bekerja nyata. Ini yang harus dipertahankan. Pengusaha lokal harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, mampu menjaga profesionalisme, membangun kolaborasi, dan mengambil peluang investasi yang ada,” kata Fajar.
Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Cilegon untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring usaha, serta membangun budaya bisnis yang sehat dan berdaya saing.
Melalui Rapat Kerja 2026, HIPPI Kota Cilegon berharap lahir berbagai program strategis yang tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi mampu diwujudkan menjadi gerakan nyata dalam memperkuat pengusaha lokal agar menjadi pelaku utama di kota industri sekaligus pusat investasi nasional.
(Has/Red*)















