Edukasi politik memainkan peran penting dalam membentuk masyarakat yang sadar pentingnya Pemilu 2024. Namun sayangnya, Anggota DPRD Kota Cilegon Aam Amrulloh menemukan fakta bahwa, masih rendahnya tingkat pemahaman politik di kelompok masyarakat.
“Belum lama ini saya datang di kegiatan masyarakat, saya hanya menanyakan, lima tahun lalu caleg yang dipilih siapa. Semua orang diam. Tapi saat saya tanya, apakah Caleg yang dipilih lima tahun lalu pernah datang ke tempat ini, semua orang kompak menjawab, tidak,” kata Aam dari Fraksi PKS.
Aam menjelaskan, semestinya etika warga negara memiliki pemahaman yang baik tentang sistem politik, tata nilai demokrasi, dan keterlibatan mereka dalam proses politik, hal ini dapat memberikan dampak positif pada kemajuan negara dan kesejahteraan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Karakter pragmatis harus mulai dikikis. Caleg saat bertemu masyarakat harus juga memberikan pemahaman politik yang baik. Pemilu ini harus jadi momentum, jangan sampai salah pilih wakil rakyat di legislatif,” kata Aam yang kembali masuk bursa pemilihan legislatif dapil 4, Pulomerak – Grogol nomor urut 2.

Edukasi politik memungkinkan warga negara untuk memahami hak dan kewajiban mereka dalam sistem demokratis. Ketika orang-orang memahami bagaimana pemilihan umum berfungsi, arti penting partisipasi mereka, dan dampaknya terhadap kebijakan publik, mereka lebih cenderung untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik.
“Jangan memilih karena ada duitnya, kasihan Caleg yang punya niatan baik membangun daerahnya, kapasitas diri mumpuni, dan bisa membawa perubahan, akhirnya akan tenggelam,” kata Aam.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang politik, masyarakat menjadi lebih tahan terhadap manipulasi politik. Mereka mampu mengenali propaganda, retorika palsu, dan taktik manipulatif lainnya yang mungkin digunakan oleh politisi atau kelompok kepentingan.
“Masyarakat yang teredukasi politik memiliki kemampuan untuk menilai dan memilih pemimpin yang berkualitas. Dengan demikian, edukasi politik dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas kepemimpinan dalam suatu daerah dan negara,” kata Aam.
Peningkatkan pemahaman politik di masyarakat, caleg dapat turut berkontribusi pada peningkatan kualitas kepemimpinan legislatif. Masyarakat yang teredukasi politik lebih cenderung memilih pemimpin yang kompeten dan bertanggung jawab.















