CILEGON, WILIP.ID – Setelah gegap gempita Pemilu dan Pilkada 2024 usai, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon mengajak warga menatap jauh ke depan. Bagi lembaga pengawas ini, demokrasi tak boleh berhenti sebagai pesta lima tahunan, melainkan harus tumbuh menjadi perayaan akal sehat dan kesadaran warga.
Itulah semangat yang dibawa Bawaslu saat menggelar forum evaluasi bertajuk Evaluasi Pemilu dan Tertib Hukum Kepemiluan di auditorium The Royal Krakatau Hotel, Selasa (9/9). Acara ini menghadirkan akademisi hukum, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta para pegiat demokrasi.
Ketua Bawaslu Cilegon, Alam Arcy Ashari, menegaskan bahwa refleksi pasca pemilu adalah bentuk pertanggungjawaban lembaga sekaligus bahan perbaikan. “Pemilu bukan hanya soal siapa yang menang. Demokrasi yang sehat harus diawasi bersama, agar prosesnya jujur, adil, dan bermartabat,” kata Alam.
Menurutnya, catatan dari masyarakat, mahasiswa, hingga aktivis pemilu akan menjadi pijakan penting untuk memperbaiki regulasi, meningkatkan kapasitas SDM, dan memperkuat strategi pencegahan pelanggaran. “Kami siap mengakomodir masukan. Harapan kami, demokrasi ke depan lebih berkualitas karena masyarakat ikut mengawasi jalannya pemilu,” ujarnya.
Tak berhenti di forum resmi, Bawaslu Cilegon berencana melanjutkan diskusi kelompok terarah dengan mahasiswa dan aktivis, serta turun langsung ke kampung-kampung untuk menyebarkan pendidikan politik.
Pesannya sederhana: pemilu berikutnya harus lebih dari sekadar hura-hura lima tahunan. Demokrasi mesti menjadi ruang bersama, tempat warga merayakan akal sehat, menegakkan hukum, dan menjaga masa depan kota baja ini tetap berpijak pada kesadaran kolektif.
(Elisa/Red*)















