CILEGON, WILIP.ID – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Cilegon menggelar praktik pembelajaran kurban dalam rangka perayaan Iduladha 1446 Hijriah, Senin (9/6/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Menebar Cinta dengan Berkurban”, sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman dan sosial kemasyarakatan.
Sebanyak 14 ekor hewan kurban—yang terdiri dari kambing—disumbangkan oleh para siswa, guru, serta pihak madrasah. Pemotongan hewan dilakukan langsung di lingkungan sekolah, dengan melibatkan warga sekitar dari sembilan RT di wilayah setempat.
Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Mamad, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga bagian dari proses pembelajaran yang menyentuh aspek spiritual dan sosial peserta didik.
“Kami ingin menanamkan nilai keikhlasan dan semangat berkurban, baik dalam ibadah mahdhah (hubungan langsung dengan Allah) maupun ghairu mahdhah (hubungan sosial). Saya yakin semua yang terlibat hari ini melakukannya dengan ikhlas,” ujar Mamad.
Menurutnya, kegiatan ini juga memberikan keterampilan praktis kepada siswa mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban secara syar’i, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.
“Ini akan menjadi pengalaman yang membekas bagi siswa. Mereka belajar secara langsung, tidak hanya dari buku atau teori,” tambahnya.
Kegiatan tahunan ini telah berlangsung selama kurang lebih satu dekade. Daging hasil kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.
Sekretaris Komite MAN 2 Cilegon, Rachmatullah AS, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai bahwa pendidikan karakter semacam ini sangat penting untuk membentuk pribadi siswa yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami di Komite terus mendorong kegiatan positif seperti ini. Nantinya saat siswa lulus, mereka tidak hanya unggul dalam akademik, tapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” kata Rachmatullah.
Salah satu warga yang menerima manfaat kurban, Hasan Jamaludin, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan kurban di MAN 2 Cilegon. Menurutnya, tradisi ini menjadi ajang pembelajaran lintas generasi.
“Kami sebagai warga merasa dihargai. Setiap tahun, kami dilibatkan bukan hanya sebagai penerima, tapi juga bagian dari proses pelaksanaannya,” ujar Hasan, yang mewakili masyarakat dari 9 RT sekitar madrasah.
Sementara itu, Muhammad Adi Candra, siswa kelas XI IPS 1, mengaku antusias mengikuti praktik penyembelihan hewan kurban untuk pertama kalinya.
“Saya senang sekali. Ini pengalaman berharga yang mungkin nanti akan saya bawa ketika sudah kuliah atau kembali ke masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan jumlah peserta dan hewan kurban yang meningkat setiap tahunnya, sebagai simbol keberlanjutan nilai-nilai keislaman yang tertanam dalam pendidikan generasi muda.
(Elisa/Red)















