CILEGON, WILIP.ID – Dinas Pendidikan Kota Cilegon menegaskan pentingnya ketepatan data penerima Program Indonesia Pintar (PIP) 2025 dalam kegiatan Sosialisasi PIP yang digelar di Aula Dindik, Kamis (11/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Kementerian Pendidikan, Samsul Hadi, kembali mengingatkan sekolah agar tidak mengabaikan proses pemutakhiran dan validasi data siswa.
Samsul menekankan bahwa keberhasilan PIP sangat bergantung pada akurasi data yang dikirimkan sekolah. Tanpa data yang diperbarui, bantuan dikhawatirkan tidak tepat sasaran, bahkan berpotensi menghambat siswa yang seharusnya berhak menerima.
“Sekolah harus aktif memperbarui dan memvalidasi data siswa melalui sistem yang sudah disiapkan pemerintah. Ini penting agar bantuan tidak salah sasaran dan siswa yang membutuhkan benar-benar mendapatkan haknya,” ujar Samsul.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat banyak perubahan data siswa—mulai dari status ekonomi keluarga, perpindahan sekolah, hingga kondisi khusus seperti yatim, piatu, atau terdampak bencana. Karena itu, sekolah diminta tidak menunda proses verifikasi agar tidak terjadi keterlambatan penyaluran.
Penerima PIP tahun 2025 tetap diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, siswa yang terdaftar dalam DTKS, pemegang KIP, serta siswa dengan kondisi khusus. Namun, seluruh kategori tersebut tetap membutuhkan input data terbaru dari sekolah.
“Data berubah setiap semester. Kalau sekolah tidak memperbarui, ada risiko siswa berhak justru terlewat,” tambahnya.
Sosialisasi yang diikuti kepala sekolah dan operator sekolah se-Kota Cilegon ini juga menjadi momentum bagi Dindik untuk memastikan semua lembaga siap menjalankan instruksi pemutakhiran data.
Dengan penegasan ini, Dindik berharap pelaksanaan PIP 2025 di Kota Cilegon berjalan lebih akurat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik yang membutuhkan.
(Pis/Red*)















