Faizudin Resmi Pimpin Forum Nadzir Cilegon, Wakaf Ditarget Jadi Instrumen Kesejahteraan

CILEGON, WILIP.ID – Komitmen penguatan tata kelola wakaf di Kota Cilegon memasuki babak baru. Faizudin, Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil, resmi dilantik sebagai Ketua Forum Nadzir Kota Cilegon periode 2026–2031.

Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon, Senin (26/1/2026), dan dilakukan langsung oleh Kepala Kemenag Kota Cilegon. Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran nadzir sebagai ujung tombak pengelolaan aset wakaf agar lebih profesional, akuntabel, dan berdaya guna.

Faizudin menegaskan bahwa tantangan pengelolaan wakaf ke depan tidak lagi sebatas menjaga aset, tetapi juga bagaimana mengembangkannya secara produktif dan berkelanjutan.

“Forum Nadzir memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan wakaf dikelola secara profesional, transparan, serta sesuai dengan syariat Islam dan regulasi yang berlaku. Wakaf harus menjadi instrumen kesejahteraan umat, bukan sekadar aset pasif,” ujar Faizudin.

Ia menambahkan, salah satu agenda prioritas kepengurusannya adalah membentuk struktur Forum Nadzir hingga tingkat kecamatan. Delapan kecamatan di Kota Cilegon akan menjadi fokus awal pembentukan kepengurusan, guna memperkuat koordinasi, pendataan aset wakaf, serta pembinaan kapasitas para nadzir di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai persoalan klasik wakaf, mulai dari lemahnya administrasi, minimnya pendataan, hingga kurangnya inovasi dalam pengelolaan aset wakaf produktif.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Cilegon dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara Forum Nadzir, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan lainnya. Menurutnya, potensi wakaf di Cilegon sangat besar, namun belum sepenuhnya dikelola secara optimal.

Pelantikan Faizudin diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus transformasi pengelolaan wakaf di Kota Cilegon—dari sekadar pengamanan aset menjadi instrumen pembangunan sosial-ekonomi umat yang nyata dan terukur.

 

(Pis/Red*)