CILEGON, WILIP.ID – Rabu siang (24/9/2025), di Kantor Pengadilan Tinggi Banten, ratusan calon advokat resmi diambil sumpah. Di antara wajah-wajah baru yang mengenakan toga hitam itu, satu nama menarik perhatian: Buyung Izami Naser. Bukan karena rekam jejaknya di dunia hukum, melainkan latar belakangnya sebagai mantan General Manager (GM) di sejumlah hotel besar di Indonesia.
Izami memilih meninggalkan kenyamanan dunia perhotelan untuk menekuni profesi advokat. Alasannya sederhana tapi menohok: kegelisahan melihat penegakan hukum yang sering tak berpihak pada orang kecil. “Dasar itulah yang membuat saya tergerak untuk menjadi pembela bagi masyarakat lemah,” ujarnya saat di hubungi jurnalis wilip.id melalui sambungan teleponnya.
Sebagai mantan manajer yang terbiasa memimpin tim lintas daerah, Izami sadar ia harus cepat beradaptasi dengan medan baru: ruang sidang, pasal-pasal hukum, dan kasus-kasus rakyat kecil yang seringkali tak punya suara. Namun ia menegaskan, prioritasnya jelas: membuka pintu selebar-lebarnya bagi warga Cilegon dan Banten yang membutuhkan konsultasi dan pendampingan hukum.

Perjalanan Izami tak berdiri sendiri. Di balik tekadnya, ada jejak sang istri, Silvi Shofawi Haiz, seorang pengacara rakyat. Silvi kerap bersinggungan dengan kasus kriminalisasi dan menghadapi beragam karakter klien. Pengalaman itulah yang menjadi cermin sekaligus bahan bakar semangat Izami untuk ikut terjun ke gelanggang advokasi.

Langkah awalnya bahkan tak main-main. Masih di hari yang sama, Izami dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Badan Advokat Solidaritas Merdeka Indonesia (Pembasmi). Organisasi ini bergerak di bidang pelatihan calon advokat (PKPA) hingga pengajuan pelantikan advokat ke pengadilan tinggi.
Izami menganggap mandat itu bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang mengikat. “Semoga kepercayaan ini menjadi penguat dalam menjalankan tugas membela masyarakat lemah. Bagi saya, ini jalan yang ditunjukkan Allah agar tetap tegak memperjuangkan kebenaran ketika kebenaran itu tertindas,” katanya dengan nada tegas.
Dari gedung-gedung hotel ke gedung pengadilan, perjalanan Buyung Izami Naser adalah cerita tentang transformasi karier sekaligus panggilan nurani. Kini, ia menyiapkan diri menjadi bagian dari barisan advokat yang tak hanya bekerja demi klien, tapi juga demi mereka yang sering tak terdengar suaranya.
(Elisa/Red*)















