CILEGON, WILIP.ID – Ramadan tak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang untuk meneguhkan kepedulian sosial. Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Cilegon membuktikan hal itu dengan menyalurkan 500 karung beras kepada warga di kawasan Gunung Batur 1, Gunung Batur 2, Watu Lawang dan Pasir Salam, Jumat (13/3/2026).
Di wilayah yang berada di perbukitan tersebut, para pengurus HIPPI mendaki gunung langsung menyapa warga dan membagikan bantuan yang dihimpun dari patungan para pengusaha. Aksi ini menjadi simbol sederhana bahwa dunia usaha juga memiliki wajah kemanusiaan.
Ketua Panitia HIPPI Berbagi, Ali Nurhasan, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif bersama para pengurus HIPPI yang ingin berbagi dengan masyarakat, khususnya mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
“Sebanyak 500 karung beras kami bagikan kepada warga di Gunung Batur 1 dan Gunung Batur 2. Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak Ini merupakan hasil patungan para pengurus HIPPI sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujar Ali.
Bagi Ali, berbagi di bulan Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia berharap kepedulian para pengusaha terhadap masyarakat dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin.
“Walaupun tidak begitu banyak, tapi semoga di bulan Ramadan ini dengan kita berbagi, insya Allah akan menambah keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
“Harapannya kegiatan berbagi ini bisa terus dilakukan para pengusaha HIPPI, bukan hanya setahun sekali. Ketika para pengusaha semakin sukses, maka semakin besar pula keberkahan yang bisa dibagikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC HIPPI Kota Cilegon, Zia Ulhaq, menegaskan bahwa organisasi pengusaha tidak hanya berbicara soal bisnis dan keuntungan, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Menurutnya, HIPPI ingin memastikan keberadaan para pengusaha juga dirasakan oleh masyarakat hingga ke wilayah-wilayah yang jarang tersentuh.
“Kami sengaja memilih Gunung Batur karena wilayah ini berada di kawasan perbukitan dan cukup terpencil. Kami ingin keberadaan HIPPI juga dirasakan oleh semua kalangan, termasuk masyarakat yang tinggal di daerah terpencil,” ujar Zia.
Ia berharap semangat berbagi yang dilakukan para pengusaha ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak pelaku usaha di Kota Cilegon.
“Semakin banyak pengusaha yang sukses, semakin besar pula peluang untuk berbagi. Pada akhirnya, keberadaan pengusaha harus bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, langkah kecil para pengusaha ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial masih hidup—bahkan hingga ke lereng perbukitan Gunung Batur.
(Has/Red*)
















