HIPPI Mantapkan Kedaulatan Ekonomi Pribumi, Rakernas II Hasilkan Lima Komitmen Strategis

YOGYAKARTA, WILIP.ID — Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) meneguhkan langkah untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II yang digelar di Rich Hotel, Sleman, Yogyakarta, pada 10–11 November 2025, organisasi ini merumuskan lima komitmen strategis yang menjadi arah baru perjuangan ekonomi pribumi.

Mengusung tema “Lawan Ketimpangan: Kedaulatan Ekonomi Pribumi dalam Rangka Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera”, Rakernas menjadi momentum konsolidasi besar bagi HIPPI untuk menegaskan peran pengusaha pribumi di tengah arus ekonomi global yang kian kompetitif.

Ketua DPD HIPPI Kota Cilegon, Zia Ulhaq, menilai forum nasional ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah untuk mempertegas arah perjuangan HIPPI. “Kami membawa semangat dari Cilegon untuk memperjuangkan kedaulatan ekonomi pribumi. HIPPI harus jadi pelopor kebangkitan ekonomi lokal yang berdaya saing dan berkeadilan,” ujar Zia, Rabu (12/11/2025).

Zia mengungkapkan, dunia usaha saat ini tengah menghadapi tantangan serius akibat ketimpangan ekonomi dan dominasi kelompok tertentu. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha pribumi di berbagai daerah agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi pemain utama di negeri sendiri.

“Kita ingin pengusaha pribumi menjadi tuan di rumah sendiri. Rakernas ini diharapkan melahirkan rekomendasi konkret untuk memperkuat posisi pengusaha lokal di berbagai sektor,” tambahnya.

Rakernas II HIPPI juga menghadirkan diskusi tematik dengan tokoh nasional dan pelaku ekonomi strategis. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, yang membuka acara, menegaskan bahwa pemerintah mendukung langkah HIPPI membangun basis ekonomi rakyat yang tangguh.

“Kita perlu memastikan pengusaha pribumi tidak tertinggal dalam arus investasi global,” kata Todotua.

Dari pembahasan selama dua hari, Rakernas II HIPPI 2025 menghasilkan lima poin strategis yang menjadi pijakan gerakan ekonomi pribumi ke depan:

1. Apresiasi dan Konsolidasi Nasional

Ketua Umum HIPPI menyampaikan apresiasi kepada seluruh DPD dan DPC se-Indonesia, termasuk HIPPI Cilegon yang aktif berpartisipasi dalam memperkuat solidaritas nasional.

2. Penguatan Struktur Organisasi

HIPPI menargetkan perbaikan tata kelola dan jaringan organisasi dari tingkat kota hingga provinsi, agar program ekonomi daerah berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.

3. Gerakan Nasional “Pribumi Berkarya, Indonesia Sejahtera”

Seruan moral bagi seluruh anggota HIPPI untuk bersatu, kompak, dan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di wilayah masing-masing.

4. Rakernas III di Jakarta

Forum berikutnya akan digelar di Jakarta sebagai langkah memperluas jejaring nasional dan memperkuat hubungan kelembagaan lintas sektor.

5. Pesan dari Dewan Penasehat HIPPI, Sandiaga Uno

Sandiaga berpesan agar pengusaha pribumi berani berkarya dan berdaya dari wilayahnya sendiri.

“Mulailah dari daerah masing-masing. Berkarya, berdaya, dan bawa perubahan nyata bagi ekonomi bangsa,” ujarnya.

Zia menambahkan, keikutsertaan HIPPI Cilegon dalam Rakernas ini menjadi momentum membangun jejaring bisnis antar daerah. Menurutnya, Cilegon memiliki potensi besar di sektor industri dan jasa penunjang, yang semestinya dapat dioptimalkan oleh pengusaha pribumi lokal.

“Kami ingin potensi itu dinikmati oleh pelaku usaha lokal. Tidak boleh hanya jadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.

Rakernas II HIPPI 2025 menegaskan arah baru perjuangan ekonomi pribumi: memperkuat basis ekonomi rakyat, membangun solidaritas pengusaha daerah, dan menegakkan kedaulatan ekonomi bangsa.

Di tengah ketimpangan global, HIPPI ingin berdiri sebagai simbol keberanian pengusaha lokal yang tak hanya bertahan, tapi juga memimpin perubahan.

 

(Elisa/Red*)