BANTEN, WILIP.ID – Kesatuan Aksi Jamiyah Intifadah Muda Banten (KAJI Muda Banten) mengecam dugaan agresi militer yang dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Panglima KAJI Muda Banten, M. Ibrohim Aswadi, menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi yang mencederai prinsip kedaulatan negara dan berpotensi memperkeruh situasi geopolitik kawasan.
“Kami mengecam keras segala bentuk agresi dan intervensi terhadap negara berdaulat. Setiap bangsa memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa tekanan militer maupun politik,” kata Ibrohim dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, penggunaan kekuatan militer secara sepihak tidak akan menciptakan perdamaian, melainkan memperluas konflik dan memperdalam ketegangan global. Ia juga menilai praktik tersebut mencerminkan standar ganda dalam penerapan hukum internasional.
KAJI Muda Banten pun mendesak komunitas internasional untuk bersikap tegas. Mereka meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga terkait lainnya mengambil langkah konkret guna mencegah eskalasi konflik serta memastikan perlindungan warga sipil.
Selain itu, organisasi tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menolak segala bentuk penjajahan dan agresi militer, menghentikan intervensi sepihak, serta mendorong penegakan hukum internasional secara adil dan konsisten.
“Sikap kami jelas. Tidak ada negara yang berhak berdiri di atas hukum internasional maupun martabat bangsa lain,” tegas Ibrohim.
KAJI Muda Banten menyatakan akan terus menyuarakan sikap solidaritas terhadap prinsip kedaulatan dan kemanusiaan dalam setiap dinamika global yang dinilai berpotensi mengancam perdamaian dunia.
(Pis/Red*)















