Mahasiswa KKM Bina Bangsa Sentuh Akar Masalah Kenakalan Remaja Lewat edukasi Interaktif

CILEGON, WILIP.ID – Kenakalan remaja di tingkat sekolah menengah bukan lagi isu sepele. Di tengah kekhawatiran akan maraknya perilaku menyimpang di kalangan pelajar, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Bina Bangsa—Kelompok 23 Gunung Sugih—turun langsung ke lapangan. Mereka menyambangi SMP Negeri 9 Cilegon untuk melakukan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja dan pembentukan karakter positif.

Kegiatan yang digelar secara partisipatif dan edukatif ini bukan sekadar formalitas program kampus. Di baliknya, ada keprihatinan yang nyata dari para mahasiswa terhadap kondisi sosial remaja di tingkat sekolah.

“Kami melihat bahwa kenakalan remaja di lingkungan sekolah semakin meningkat. Ini jadi alarm bagi kami sebagai generasi muda untuk ikut turun tangan. Karena itu, kami ingin hadir dan menyentuh langsung akar persoalan, salah satunya lewat sosialisasi ini,” ujar Ketua KKM Kelompok 23, Agung Nurfalah, Senin, 21 Juli 2025.

Target: Sekolah yang Siap Menjadi Contoh

Pemilihan SMPN 9 Cilegon sebagai sasaran kegiatan bukan tanpa alasan. Sekolah ini dipandang sebagai tempat strategis dan potensial untuk menjadi model pembinaan karakter siswa.

“Kami percaya, SMPN 9 Cilegon bisa menjadi role model bagi sekolah lain dalam membangun kesadaran karakter positif di kalangan siswa,” tegas sang ketua.

Edukasi, Diskusi, dan Permainan: Bukan Sekadar Ceramah

Format kegiatan dikemas jauh dari kesan membosankan. Mahasiswa menyisipkan diskusi terbuka, penyuluhan, dan permainan edukatif yang bertujuan menginternalisasi nilai-nilai moral secara menyenangkan.

Respons siswa pun tak main-main. Antusiasme terlihat sejak awal hingga akhir sesi.

“Mereka sangat aktif, banyak bertanya, bahkan menceritakan pengalaman pribadi terkait pergaulan remaja. Ini menunjukkan bahwa mereka butuh ruang untuk didengar,” ujar salah satu anggota KKM Dendi Aditiya.

Mahasiswa Jadi Role Model

Bagi para mahasiswa, kegiatan ini bukan hanya soal berbagi materi, tapi juga menjadi contoh nyata.

“Kami sadar, mahasiswa harus jadi role model. Bukan hanya bicara soal teori, tapi menunjukkan lewat sikap dan nilai-nilai yang kami pegang. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami,” imbuh mereka.

Pihak Sekolah: Kami Butuh Kolaborasi Seperti Ini

Pihak SMPN 9 Cilegon mengaku kegiatan ini sangat relevan dan mendukung penuh upaya pencegahan kenakalan remaja.

“Kenakalan remaja memang makin kompleks, terutama di era digital. Pengaruh lingkungan dan media sosial sangat kuat. Maka, kolaborasi dengan pihak kampus seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut,” ungkap Kepala Sekolah Muntahanah.

Mereka juga mengakui tantangan dalam pembinaan karakter siswa saat ini adalah kurangnya kesadaran internal siswa terhadap nilai-nilai moral, serta pengaruh negatif dari luar sekolah.

Suara Siswa: “Saya Belajar Mengelola Emosi”

Ahmad Fauzi, salah satu siswa peserta sosialisasi, mengaku mendapatkan pelajaran penting dari kegiatan ini.

“Saya belajar cara mengelola emosi dan pentingnya jadi pribadi yang baik. Sekarang saya tahu bahwa karakter yang positif itu bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga bisa jadi pengaruh buat teman-teman lain,” katanya penuh semangat.

Ia pun berpesan pada rekan sebayanya agar tidak tergoda kenakalan remaja yang bisa merusak masa depan.

“Kita harus sadar, perilaku negatif cuma bikin rugi. Lebih baik kita saling bantu jadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

(Elisa/Red*)