Mahasiswa Unival Gelar Donasi untuk Desa Batu Kuda: Dari Alat Tulis hingga Harapan Masa Depan

Foto : Di balik tangan kecil yang bersedekap di meja, tersimpan harapan besar. Satu alat tulis bisa jadi jalan menuju cita-cita. Mari bantu mereka terus belajar.

CILEGON, WILIP.ID – Keterbatasan fasilitas pendidikan di Desa Batu Kuda, sebuah wilayah terpencil yang masih berjuang mengakses pendidikan layak, menggugah kepedulian sekelompok mahasiswa Universitas Alvalestari (Unival). Melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), mereka membuka donasi terbuka guna membantu anak-anak desa mendapatkan perlengkapan sekolah.

Alat Tulis Jadi Simbol Harapan

“Donasi ini kami buka karena melihat banyak anak di Desa Batu Kuda yang belum memiliki alat tulis atau buku bacaan. Kami ingin meringankan beban orang tua dan menumbuhkan semangat belajar anak-anak,” kata koordinator KKM, Wildan Mujahidin, Senin, 21 Juli 2025.

Desa Batu Kuda, yang terletak cukup jauh dari pusat kota, menjadi lokasi kegiatan karena termasuk wilayah binaan kampus dan dinilai sangat membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan. Tak hanya terbatas pada alat tulis, donasi juga mencakup buku bacaan, tas sekolah, hingga alat mewarnai.

Donasi Dikelola Terbuka dan Transparan

Proses pengumpulan donasi dilakukan secara daring dan luring. Barang-barang yang terkumpul langsung disalurkan ke sejumlah lembaga pendidikan seperti SD, MI, dan MDTA di desa tersebut. Penyaluran dilakukan secara terkoordinasi bersama guru dan perangkat desa setempat.

“Siapa pun bisa berdonasi, mulai dari individu, alumni, komunitas, hingga perusahaan. Bahkan, kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin terjun langsung bersama kami di lapangan,” tambah Wildan.

Namun, bukan berarti perjalanan ini tanpa tantangan. Keterbatasan waktu serta sulitnya menjangkau jaringan informasi menjadi hambatan tersendiri. Meski begitu, para mahasiswa tetap berupaya memperluas jangkauan donasi melalui media sosial dan jaringan kampus.

Respons Positif dari Warga dan Guru

Kegiatan donasi ini disambut antusias oleh warga dan para pengajar di Desa Batu Kuda. Salah satu tokoh masyarakat, Ustaz Maknun, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Kami sangat bersyukur. Anak-anak nantinya akan jadi lebih semangat ke sekolah karena punya alat tulis baru. Ini sangat membantu, terutama bagi orang tua yang kesulitan secara ekonomi,” ujarnya.

Senada dengan itu, H. Rouf, salah satu guru di MI setempat, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan sangat berdampak terhadap kelancaran proses belajar mengajar.

“Banyak murid kami sebelumnya tak membawa alat tulis lengkap. Bahkan buku bacaan nanti menambah minat baca mereka,” katanya.

Namun, ia juga menekankan masih ada kebutuhan lain yang belum terpenuhi, seperti ketersediaan buku pelajaran, alat peraga, hingga akses digital seperti komputer dan internet.

Donatur: Pendidikan Adalah Kunci Masa Depan

Salah satu donatur, Ustaz Rizki, mengaku ikut berdonasi karena percaya bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa.

“Saya tahu tentang program ini dari media sosial. Teman saya ikut KKM dan membagikan info. Saya langsung tertarik. Mereka bukan cuma belajar teori, tapi benar-benar turun ke masyarakat dan membawa perubahan nyata,” katanya.

Ia pun menyatakan niatnya untuk terus mendukung kegiatan serupa ke depannya. “Kalau ada kesempatan, saya ingin terlibat langsung ke lapangan,” tegasnya.

Berharap Jadi Gerakan Berkelanjutan

Para mahasiswa berharap kegiatan ini tak berhenti sampai program KKM selesai. Mereka sedang menyusun program lanjutan agar bisa diteruskan oleh angkatan berikutnya, serta menjalin kerja sama dengan komunitas relawan agar program ini berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan seperti ini menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas. Semoga ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar,” tutup Wildan.

 

(Elisa/Red*)