PB Al-Khaeriyah Berkurban: Sembelih 19 Hewan, Bagikan Daging untuk Warga Cilegon

CILEGON, WILIP.ID – Pengurus Besar (PB) Al-Khaeriyah menggelar penyembelihan hewan kurban dalam rangka memperingati Idul Adha 1446 Hijriah pada Sabtu (7/6/2025). Bertempat di Komplek Pendidikan Al-Khaeriyah, Citangkil, Kota Cilegon, kegiatan ini tak hanya menjadi bagian dari ibadah tahunan, tetapi juga momentum untuk mempererat solidaritas sosial.

Sebanyak sembilan ekor sapi dan sepuluh ekor kambing disembelih tahun ini. Hewan-hewan kurban tersebut merupakan hasil gotong royong dan sumbangan dari para pengurus, guru, alumni, hingga masyarakat yang turut mendukung kegiatan kurban di lingkungan Al-Khaeriyah.

Ketua pelaksana kegiatan, Roy, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan kurban yang menurutnya berlangsung penuh kekompakan dan kebersamaan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa menyembelih 9 sapi dan 10 kambing. Pelaksanaannya berjalan lancar berkat kerja sama yang solid dari panitia dan warga sekitar,” kata Roy kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa daging kurban tak hanya didistribusikan untuk internal Al-Khaeriyah, seperti para guru, santri, dan staf. Sebagian besar juga disalurkan kepada masyarakat sekitar di wilayah Kota Cilegon.

“Ini bentuk kepedulian kami kepada lingkungan. Kami ingin keberkahan kurban ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas, tidak terbatas hanya untuk keluarga besar Al-Khaeriyah,” ujarnya.

Kurban sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Ketua PB Al-Khaeriyah, Haji Ali Mujahidin—yang akrab disapa Haji Mumu—juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan kurban tahun ini. Menurutnya, Idul Adha bukan semata ritual keagamaan, melainkan juga simbol kepedulian terhadap sesama.

“Kami sangat bersyukur karena tahun ini PB Al-Khaeriyah kembali bisa melaksanakan ibadah kurban. Ini adalah bagian dari pengabdian sosial kami kepada masyarakat,” ujar Haji Mumu.

Ia juga menyoroti antusiasme warga Al-Khaeriyah yang dinilainya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini, lanjutnya, mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas yang menjadi ruh pendidikan di Al-Khaeriyah.

“Melihat semangat para guru, santri, dan seluruh elemen yang terlibat, saya merasa sangat bahagia. Kegiatan ini bukan hanya menyembelih hewan, tapi juga menyemai nilai-nilai kebersamaan,” tuturnya.

Cita-cita Kurban Lebih Luas

Haji Mumu berharap kegiatan kurban di tahun-tahun mendatang bisa terus berkembang, baik dari sisi jumlah hewan maupun cakupan distribusinya. Ia menyebut, semakin banyak masyarakat yang bisa menerima manfaat kurban, maka semakin besar pula nilai kemanusiaan yang bisa ditebar.

“Semoga di masa depan jumlah hewan kurban bisa bertambah dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan di Kota Cilegon,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjadikan momentum kurban sebagai sarana membangun ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

“Kegiatan seperti ini adalah bagian dari tradisi keislaman yang harus terus dijaga. Ini bukan hanya tentang daging, tetapi tentang silaturahmi, tentang nilai, dan tentang kemanusiaan,” pungkasnya.

(Elisa/Red)