CILEGON, WILIP.ID – Warga Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Cilegon mulai merasakan geliat pembangunan lingkungan melalui Program Dana Lingkungan Sarana dan Prasarana Lingkungan Warga (SALIRA) yang dijalankan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas). Meski program ini telah berjalan sejak awal tahun, dana yang turun baru 40 persen yakni sekitar Rp220 juta.
Namun, bagi warga, angka itu bukan hambatan. Justru menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah kota dalam membangun lingkungan yang lebih layak dan terang.
Sekretaris Pokmas Kelurahan Kalitimbang, Fahroni, mengungkapkan bahwa pencairan dana tahap pertama langsung diarahkan untuk kegiatan prioritas, seperti penerangan jalan lingkungan (PJL), pembuatan drainase, dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).
“Alhamdulillah, untuk tahun ini Program SALIRA sudah berjalan. Pemerintah kota baru mencairkan satu termin, yaitu 40 persen. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan maksimal untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Fahroni, Rabu (29/10/2025).
Ia menambahkan, keterbatasan dana bukan alasan untuk menunda pembangunan. “Kami optimalkan dulu dana yang ada. Semoga hasilnya bisa langsung dirasakan warga,” katanya.
Pokmas Kalitimbang memulai proyek dengan pemasangan 20 titik lampu PJL di empat wilayah berbeda, yakni:
1). 5 titik di lingkungan Kerotek RT03/RW02,
2). 5 titik di RT04/RW02,
3). 5 titik di Kedung Baya RT01/RW04, dan
4). 5 titik di Ciberko RT02/RW03.
Selain itu, pembangunan TPT sepanjang 23 meter di lingkungan Kedung Baya dan drainase sepanjang 47 meter di Kerotek RT03/RW02 juga menjadi bagian dari termin pertama.
Meski baru berjalan di satu termin, Pokmas berharap program SALIRA bisa terus berlanjut hingga seluruh tahap tuntas.
“Harapannya tahun depan bisa normal lagi, supaya seluruh program bisa terlaksana sesuai rencana. Kalau dana termin berikutnya cair, tentu dampaknya akan lebih luas bagi masyarakat,” kata Fahroni optimistis.
Program SALIRA sendiri menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, di mana perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan langsung oleh warga melalui Pokmas. Dengan sistem ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pembangunan di wilayahnya sendiri.
Di tengah keterbatasan anggaran, semangat warga Kalitimbang membuktikan satu hal: bahwa pembangunan tidak harus menunggu sempurna, asal dikerjakan dengan niat dan kolaborasi yang kuat.
Lurah Kalitimbang Muhamad Uffan menyambut baik semangat warga dan Pokmas dalam merealisasikan Program SALIRA meski dengan dana terbatas. Menurutnya, program ini menunjukkan bahwa masyarakat Kalitimbang semakin mandiri dan peduli terhadap pembangunan lingkungannya.
“Kami dari pihak kelurahan tentu sangat mengapresiasi kerja keras Pokmas dan partisipasi warga. Meski dana baru turun sebagian, semangat gotong royong mereka luar biasa. Ini bukti bahwa masyarakat Kalitimbang tidak hanya menunggu, tapi juga bergerak untuk lingkungannya,” ujar Uffan.
Ia menegaskan, pemerintah kelurahan akan terus mendampingi dan memastikan pelaksanaan program berjalan transparan serta tepat sasaran.
“Ke depan kami berharap dana tahap berikutnya segera cair agar pembangunan bisa berlanjut sesuai rencana. Dengan kolaborasi yang baik antara warga dan pemerintah, insyaallah Kalitimbang bisa menjadi kelurahan yang lebih tertata, terang, dan nyaman,” tambahnya.
(Elisa/Red*)















