Pusat Budaya Banten Beri Award Perdana untuk Pemerhati Musisi, Ko Anggin Dinobatkan di Moesik Jadoelan

SERANG, WILIP.ID – Komitmen terhadap pelestarian musik dan seni budaya Banten mendapat panggung terhormat. Pusat Budaya Banten (PBB) yang diinisiasi Aston Serang Hotel & Convention Center resmi meluncurkan PBB Award melalui ajang tembang kenangan bertajuk Moesik Jadoelan, Jumat malam (30/1/2026).

Pada momentum perdana ini, penghargaan diberikan kepada Ateng Ginarto, tokoh pembina sekaligus pemerhati musisi Kota Serang yang akrab disapa Ko Anggin. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Ko Anggin dalam menghidupkan ruang-ruang musik, khususnya bagi para penyanyi dan musisi yang berkarya di kafe-kafe Kota Serang.

Menurut Agis, kehadiran Pusat Budaya Banten sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Serang yang tengah mengembangkan kawasan-kawasan kreatif sebagai magnet wisata berbasis budaya.

“Penghargaan seperti ini bukan hanya soal simbol. Ini adalah energi bagi para seniman dan budayawan agar terus berkarya dan merasa dihargai. Seni dan budaya adalah kekuatan identitas kota,” ujar Agis.

Manajemen Aston Serang menegaskan, PBB Award dirancang sebagai agenda rutin untuk memberikan penghargaan kepada para praktisi, pelestari, dan pemerhati seni budaya Banten dari berbagai genre.

Regional General Manager Archipelago International Banten Area, Doddy Fahturahman, mengatakan musik dipilih sebagai medium utama karena memiliki daya jangkau yang luas ke semua lapisan masyarakat.

“Musik, khususnya tembang kenangan, selalu punya tempat di hati publik. Karena itu Moesik Jadoelan kami jadikan panggung utama untuk menghadirkan apresiasi kepada para tokoh seni Banten,” kata Doddy, yang membawahi Aston Serang, Aston Anyer, dan Aston Cilegon.

Bagi Ko Anggin, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan personal, tetapi bentuk perhatian bagi seluruh ekosistem musik lokal.

“Saya mengapresiasi langkah Aston Serang dan Pusat Budaya Banten. Semoga Moesik Jadoelan bisa menjadi ruang yang hidup bagi para musisi dan penikmat musik lintas generasi,” ujarnya.

Moesik Jadoelan Volume 1 berlangsung meriah dengan penampilan Zanzibar feat Gaduh Gifta sebagai home band. Puluhan penggemar musik tembang kenangan dari berbagai usia tampak larut bernyanyi dan berjeming bersama.

Suasana makin semarak dengan kehadiran Ketua PHRI Banten Ashok Kumar, Ketua SMSI Pusat Firdaus, serta komunitas Young Flowers yang tampil atraktif dan penuh energi.

Melalui Moesik Jadoelan dan PBB Award, Aston Serang bersama Pusat Budaya Banten tak hanya menggelar hiburan, tetapi juga membangun ekosistem apresiasi yang memberi ruang bagi seniman lokal untuk tumbuh, diakui, dan terus berkarya.

 

(Has/Red*)