CILEGON, WILIP.ID – Pemerintah Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, menggelar kegiatan Gebyar Ramadhan khusus penyandang disabilitas di Aula Kelurahan Ciwaduk, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus upaya pemberdayaan agar para penyandang disabilitas tetap memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkarya di tengah masyarakat.
Lurah Ciwaduk Nurul Hadiyati mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadhan, melainkan bagian dari upaya menghadirkan perhatian dan dukungan nyata bagi warga disabilitas di wilayahnya.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan motivasi sekaligus pemberdayaan kepada para penyandang disabilitas agar mereka tetap percaya diri, memiliki semangat berkarya, dan merasa menjadi bagian penting dari masyarakat,” ujarnya.
Para peserta yang hadir merupakan warga penyandang disabilitas yang sebelumnya telah terdata melalui ketua RT dan RW di lingkungan Kelurahan Ciwaduk. Mereka terdiri dari berbagai kategori disabilitas, mulai dari tuna netra, tuna rungu, grahita hingga disabilitas mental lainnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan semangat, mulai dari sesi motivasi, dialog inspiratif hingga berbagi pengalaman.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah motivasi yang disampaikan oleh Muhammad Fajri, Ketua Banten Creativity Disability (BCD). Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan mandiri.
“Penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama untuk berkembang. Yang dibutuhkan adalah ruang, kesempatan, serta dukungan dari lingkungan sekitar,” kata Fajri.
Ia menjelaskan bahwa Banten Creativity Disability (BCD) merupakan komunitas yang mewadahi para penyandang disabilitas untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi. Selain kegiatan pemberdayaan, komunitas tersebut juga aktif melakukan kegiatan sosial serta sosialisasi tentang pentingnya inklusivitas di Kota Cilegon.
Saat ini BCD memiliki sekitar 15 anggota dengan beragam jenis disabilitas. Menariknya, sekitar 70 persen di antaranya telah mampu mandiri secara ekonomi dengan berbagai bidang usaha, seperti jasa pijat, tata rias, kuliner, kerajinan tangan, konten kreator hingga atlet.
“Artinya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Banyak teman-teman disabilitas yang sudah membuktikan bisa mandiri,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kelurahan Ciwaduk juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 55 penyandang disabilitas yang telah terdata di wilayahnya. Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga disabilitas tercatat dengan baik sehingga dapat memperoleh akses program pemberdayaan maupun bantuan yang tepat sasaran.
Nurul Hadiyati menegaskan, data tersebut menjadi landasan penting bagi pemerintah kelurahan untuk merancang program pembinaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga disabilitas di Ciwaduk memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, sesuai dengan tema kegiatan ini yaitu Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas,” katanya.
Kegiatan Gebyar Ramadhan ini juga terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat Kelurahan Ciwaduk hingga sejumlah donatur dari berbagai instansi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan, pada sore harinya pemerintah kelurahan juga melanjutkan kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat di wilayah Kepodang.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Ciwaduk berharap penyandang disabilitas tidak hanya mendapatkan perhatian sosial, tetapi juga memiliki ruang untuk menemukan potensi diri, berkarya, dan mandiri di tengah masyarakat.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi langkah kecil namun berarti dalam membangun Kota Cilegon yang inklusif—di mana setiap warganya memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berdaya, sejalan dengan semangat “Bergerak Bersama Menuju Cilegon Juare.”
(Pis/Red*)















