Senam Gymnastics Dicoret dari POPDA 2026, Orang Tua Atlet Kecewa Berat

CILEGON, WILIP.ID – Keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten mencoret cabang olahraga (cabor) senam gymnastics dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 menuai protes. Orang tua atlet pun angkat suara, menilai keputusan itu tidak adil.

Imam, salah satu orang tua atlet senam asal Cilegon, mengaku kecewa berat. Ia menilai langkah Dispora justru menghambat prestasi atlet muda yang selama ini sudah berjuang keras.

“Kenapa di POPDA 2026 senam gymnastics tidak diikutsertakan? Padahal cabor ini sudah rutin tampil di ajang nasional seperti POPNAS,” kata Imam kepada wilip.id, Selasa (23/9/2025).

Perjuangan Panjang, Hasilnya Dihapus

Imam bercerita bagaimana dirinya harus bolak-balik Cilegon–Tangerang setiap hari demi mendukung putrinya berlatih. Perjalanan panjang itu ia lakukan bertahun-tahun, semata-mata agar sang anak bisa meraih prestasi.

“Kami sudah berjuang keras, tapi tiba-tiba cabornya justru dihapus. Anehnya, cabor lain yang sebelumnya tidak ada seperti panahan dan catur malah masuk,” keluhnya.

Ia menegaskan, senam gymnastics di bawah naungan Persani Banten bukan sekadar cabor biasa. Sudah banyak atlet yang berhasil menyumbang medali emas, perak, hingga perunggu untuk daerah.

Harapan Revisi Keputusan

Imam pun mendesak Dispora Banten untuk meninjau ulang keputusan tersebut. Menurutnya, mencoret senam sama saja mengabaikan prestasi yang sudah dicapai atlet-atlet muda.

“Kami berharap Dispora bisa mempertimbangkan lagi. Jangan sampai anak-anak yang sudah berlatih keras kehilangan kesempatan bertanding,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah daerah lebih serius memperhatikan fasilitas latihan dan peralatan senam, agar atlet bisa berkembang dengan baik.

Respons Dispora Banten

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dispora Banten, Nanang, membenarkan bahwa senam gymnastics tidak akan dipertandingkan di POPDA 2026. Namun, ia menyebut ada kemungkinan cabor tersebut masuk lagi di ajang olahraga pelajar lainnya.

“Memang benar senam tidak ikut di POPDA tahun 2026. Tapi kami akan berupaya memasukkan kembali di kegiatan lain ke depannya,” kata Nanang.

Meski begitu, jawaban itu tidak meredakan kekecewaan orang tua atlet. Mereka berharap keputusan yang dianggap merugikan atlet muda ini bisa segera dikaji ulang.

(Elisa/Red*)