Tiga Penulis Cilegon Luncurkan Buku Novel Bertema Romansa

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 39;

 

CILEGON, WILIP. ID – Tiga penulis asal Cilegon kompak meluncurkan novel bertema romansa di Aula Gedung STIT Al-Khairyah Citangkil, pada Sabtu 20 Juli 2024.

Penulis pertama, Zakiyah dengan karya “Rindu Rerbalut Doa”. Cerita romantis sangat kental dalam novel ini, mengisahkan kekuatan cinta, indahnya menata kesabaran namun berbalut luka.

“Cerita ini lumayan menguras emosi, karena rasa sakit perpisahan masalalu yang kemudian dipertemukan lagi dalam dilema cinta yang rumit, ” kata Zakiyah.

Penulis kedua, Nani Yuliani dalam novel “Mahligai Delia yang Terkoyak,” menceritakan ketulusan cinta suci Delia dengan kekasihnya yang harus kandas. Obsesi mantan suami yang lebih mengejar karier dari pada mempertahankan rumah tangganya.

“Kegagalan sebuah hubungan, sulit untuk menata hati kembali. Konflik yang beragam membawa pada pilihan dan keputusan dengan bumbu romansa,” kata Nani.

Penulis ketiga, Andradika Fasya Syam’un menawarkan cerita perpisahan yang menyakitkan dalam novel berjudul “Biarkan Cinta Bersemi di Yogyakarta.”

Cerita berlatar Yogyakarta penuh pesona, rupanya menjadi saksi penyatuan kembali cinta yang sempat hancur dan mencoba menyatukan kembali dalam momen indah.

“Perpisahan dan penyatuan kembali, ada cerita dengan konflik yang menguras emosi. Cinta sejati yang tak bisa begitu saja dilupakan, karena jika sudah jodoh bisa kembali, ” kata Fasya.

Acara peluncuran novel ini diselenggarakan Bintang Buku Indonesia dan Cilegon Writers Club. Para penulis juga mengadakan sesi diskusi yang dapandu Nurul Hadiyati.

Acara dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Cilegob, pengiat literasi, rekan penulis, dosen, hingga tokoh-tokoh penting di Cilegon.