6 Tahun Konsisten Ngabar, Camat Ciwandan Sentuh 21 Pesantren: Perkuat Basis Umat, Industri Turun Tangan

CILEGON, WILIP.ID – Geliat Ramadan di Kecamatan Ciwandan tak sekadar seremoni. Lewat program Ngabar (Ngabuburit Bareng) yang sudah berjalan enam tahun, pemerintah kecamatan konsisten menyapa dan menyentuh langsung pondok pesantren salafi yang tersebar di wilayahnya.

Terbaru, kegiatan digelar di Pondok Pesantren Hidayatul Ihwan Lingkungan Sajidan, RT 02 RW 03, dan Pondok Pesantren Darun Najah As-Salafiyah Lingkungan Kubang Welut, RT 003, RW 004, Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan, Selasa (3/3/2026). Hadir dalam kesempatan itu Lurah Kubang Sari Siti Badriyah serta jajaran manajemen PT Krakatau POSCO.

Camat Ciwandan Agus Aryadi menegaskan, Ngabar bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada pesantren.

“Program ini sudah enam tahun berjalan. Di Ciwandan ada 21 pondok pesantren salafi. Dalam sehari kami bisa mengunjungi dua lokasi. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan, seperti sound system atau pengeras suara, ambal, sajadah, kipas angin, hingga perlengkapan lain yang menunjang kegiatan belajar dan ibadah,” ujar Agus.

Bagi Agus, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama. Ia menyebutnya sebagai fondasi moral bangsa.

“Bayangkan jika tidak ada pondok pesantren. Padahal pesantren adalah miniatur peradaban Indonesia. Di sinilah karakter, adab, dan bekal kehidupan dunia-akhirat dibentuk,” tegasnya.

Ramadan tahun ini, lanjut Agus, menjadi momentum menguatkan kolaborasi. Ia menyinggung semarak giroh Ramadan di Kota Cilegon yang terus hidup, termasuk kegiatan di Masjid Agung yang menghadirkan ustazah Nabila—dikenal sebagai juri hafidz Al-Qur’an di televisi nasional.

Dalam suasana penuh kekhidmatan itu, Agus juga memohon doa dari para kiai dan santri agar amanah jabatan yang diembannya bersama para lurah menjadi berkah. Tak lupa, ia turut mendoakan keberlanjutan kolaborasi dengan dunia industri.

“Kami juga memohon doa agar kolaborasi dengan PT Krakatau POSCO membawa keberkahan dan kemajuan, baik bagi perusahaan maupun masyarakat,” katanya.

Departement Head PR & Ga PT Krakatau Posco, Eka Manti Saputra, menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pesantren. Ia menyadari, keberadaan industri tak bisa dilepaskan dari dukungan masyarakat sekitar.

“Kami senang bisa membersamai kegiatan di pondok pesantren ini. Kami sadar, PT Krakatau POSCO berada di lingkungan bapak dan ibu sekalian. Semoga kehadiran kami benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Program Ngabar Ciwandan menjadi potret bagaimana pemerintah kecamatan, kelurahan, dan industri bisa berjalan beriringan. Di tengah derasnya arus modernisasi, pesantren tetap menjadi benteng nilai—sementara kolaborasi menjadi kunci agar pembangunan tak kehilangan ruh sosialnya.

Ramadan pun tak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga ruang perjumpaan: antara pemerintah, ulama, santri, dan dunia usaha—menjahit kebersamaan demi Ciwandan yang lebih berdaya.

 

(Pis/Red*)