HIPPI Cilegon Gelar Audiensi Tanggapi Pemutusan Listrik di Masjid Agung Cilegon

CILEGON, WILIP.ID – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Cilegon mengadakan audiensi pada Kamis (30 Januari 2025) di kantor PLN Cabang Cilegon, guna menanggapi insiden pemutusan aliran listrik di Masjid Agung Cilegon.

Audiensi ini dilaksanakan untuk merespons isu yang berkembang di masyarakat terkait kejadian tersebut.

Dalam audiensi ini, calon Ketua HIPPI Kota Cilegon, M. Zia Ulhaq, menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi perhatian mereka :

1. Klarifikasi Isu yang Beredar di Masyarakat

HIPPI mendesak agar PLN memberikan klarifikasi terkait pemutusan listrik di Masjid Agung Cilegon. Organisasi ini menilai pentingnya penjelasan yang jelas untuk menghindari provokasi dari informasi yang belum terverifikasi.

2. Pemutusan Listrik di Rumah Ibadah Tidak Pantas

HIPPI menilai pemutusan listrik di rumah ibadah, termasuk masjid, adalah tindakan yang tidak layak dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka mengingatkan bahwa rumah ibadah harus dihormati sebagai tempat sakral bagi umat beragama.

3. Pendekatan yang Lebih Harmonis dari PLN

HIPPI meminta PLN agar lebih berhati-hati dalam mengambil langkah, terutama terkait rumah ibadah. Mereka berharap PLN dapat mengedepankan pendekatan yang lebih harmonis dan melakukan komunikasi yang baik dengan pengelola masjid guna mencegah kejadian serupa.

4. Permintaan Maaf kepada Masyarakat Cilegon

Sebagai bagian dari penyelesaian, HIPPI meminta PLN untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada masyarakat Cilegon, khususnya jamaah Masjid Agung Nurul Ikhlas. Hal ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan memperbaiki hubungan antara PLN dan masyarakat.

5. Komitmen PLN dalam Mendukung Rumah Ibadah

HIPPI juga menekankan pentingnya PLN menunjukkan komitmen dalam mendukung rumah ibadah di wilayah Cilegon. Mengingat kedekatan kantor PLN dengan masjid, mereka berharap perhatian lebih diberikan terhadap fasilitas ibadah di sekitar kawasan tersebut.

6. Audiensi Harus Menghasilkan Tindakan Nyata

HIPPI mengingatkan bahwa audiensi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan harus menghasilkan tindakan nyata. Mereka mengharapkan PLN segera mengambil langkah konkret untuk membuktikan komitmennya dalam menjaga kedamaian dan mendukung masyarakat. HIPPI juga akan terus memantau perkembangan untuk memastikan langkah perbaikan yang dijanjikan terlaksana.

Pernyataan Permohonan Maaf dari PLN

Dalam kesempatan yang sama, Humas PLN Banten, Gilang, memberikan penjelasan terkait insiden tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Cilegon, khususnya jamaah Masjid Agung Nurul Ikhlas.

“Kami sangat menyesal atas kejadian ini dan mohon maaf kepada masyarakat. Kami memahami bahwa masjid memiliki peran penting bagi umat Muslim, dan kami berkomitmen untuk memastikan hal serupa tidak terulang lagi,” ujar Gilang.

Gilang juga menjelaskan bahwa sebelum pemutusan listrik, PLN telah berusaha berkomunikasi dengan pengelola masjid (DKM) terkait tunggakan pembayaran listrik.

“Kami sudah melakukan beberapa upaya komunikasi dengan pihak DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas mengenai tunggakan pembayaran listrik. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” katanya.

Dengan permohonan maaf ini, PLN berharap hubungan dengan masyarakat Cilegon dapat diperbaiki dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.