Milad ke-5 Unival: SK Prodi Hukum Bisnis Jadi Penanda Fase Baru Penguatan Akademik

CILEGON, WILIP.ID – Memasuki usia lima tahun, Universitas Al Khairiyah (Unival) Cilegon menandai perjalanan institusionalnya dengan capaian yang dinilai strategis. Di momen Milad ke-5, Unival resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) Program Studi Hukum Bisnis—sebuah tonggak yang oleh pimpinan kampus disebut sebagai “kado istimewa” sekaligus penanda fase baru penguatan akademik.

Rektor Unival, Rafiudin, M.Si., menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian peringatan Milad yang digelar pada Selasa, 30 Desember 2025. Ia menyebut terbitnya SK Prodi Hukum Bisnis bukan sekadar penambahan program studi, melainkan fondasi awal berdirinya Fakultas Hukum di lingkungan Unival.

“Alhamdulillah, pada Milad ke-5 ini Unival mendapatkan kado yang sangat berarti, yaitu terbitnya SK Prodi Hukum. Ini menjadi cikal bakal berdirinya Fakultas Hukum, sehingga kini Unival resmi memiliki Fakultas Hukum dengan Program Studi Hukum,” kata Rafiudin.

Bagi Unival, kehadiran Fakultas Hukum memiliki arti strategis, terlebih kampus ini berada di kawasan industri. Menurut Rafiudin, tantangan perguruan tinggi ke depan tidak hanya terletak pada kualitas akademik, tetapi juga pada kemampuan membaca dan merespons dinamika regulasi yang terus berubah.

“Tantangan kita ke depan adalah bagaimana selalu update terhadap undang-undang baru, khususnya di bidang pendidikan. Kampus harus mampu mengembangkan kebijakan dan produk pemerintah—terutama dari Pemerintah Kota—agar bisa diimplementasikan dan dikembangkan dalam ekosistem universitas,” ujarnya.

Dengan struktur organisasi yang semakin matang, Rafiudin menilai Unival kini berada pada fase konsolidasi. Kampus dituntut lebih taat regulasi, lebih memahami posisi strategisnya, dan lebih gesit dalam mengambil langkah-langkah percepatan pengembangan institusi.

Arah pengembangan tersebut, menurut Rafiudin, tidak terlepas dari bimbingan Ketua Umum Pengurus Besar Al Khairiyah. Arahan yang diberikan dinilai menjadi kompas strategis, terutama dalam membaca situasi nasional yang kerap bergerak cepat.

“Beliau selalu memberikan arahan khusus, karena lebih memahami situasi nasional yang mungkin di luar jangkauan kami. Dari situ, Unival dituntut untuk beradaptasi lebih cepat dan bergerak lebih terarah,” ungkapnya.

Lebih jauh, Rafiudin menegaskan bahwa pengembangan Unival tetap berpijak pada nilai-nilai ke-Al Khairiyahan. Di tengah dorongan modernisasi dan tuntutan industri, nilai dasar yang diwariskan para pendiri tidak boleh tergerus.

“Kita tidak boleh melupakan nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh para pendiri dan sesepuh Al Khairiyah. Itu adalah identitas dan ruh Unival,” tegasnya.

Ia berharap, keberadaan program studi baru dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat serta melahirkan alumni yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Rafiudin juga mengajak seluruh unsur struktural kampus untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Sementara kepada mahasiswa, ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

“Mahasiswa ke depan akan menghadapi tantangan yang sangat besar. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi kunci,” ujarnya.

Perayaan Milad ke-5 Unival dirangkaikan dengan rapat akhir tahun yang membahas evaluasi program kerja sepanjang 2025 sekaligus menyusun perencanaan strategis ke depan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar Unival terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing dan berkarakter.

“Alhamdulillah, Milad ke-5 ini berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur,” pungkas Rafiudin.

 

(Pis/Red*)