STIT Al-Khairiyah Citangkil Perkuat Budaya Riset Dosen Lewat Seminar Penelitian

CILEGON, WILIP.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon, terus mendorong penguatan budaya riset di lingkungan kampus. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), STIT Al-Khairiyah menggelar Seminar Penguatan Budaya Penelitian bagi Dosen pada Sabtu (24/1/2026), bertempat di Meeting Room II kampus setempat.

Direktur LPPM STIT Al-Khairiyah Citangkil, Ade Imun Romadon, M.Pd, mengatakan seminar ini menjadi bagian dari agenda tahunan yang berfokus pada peningkatan kapasitas dosen dalam bidang penelitian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pendampingan bagi dosen yang akan mengajukan hibah penelitian.

“Seminar ini kami rancang untuk memperkuat pemahaman dosen tentang riset, sekaligus membuka wawasan terkait peluang hibah penelitian, khususnya yang bersumber dari APBN,” kata Ade.

Menariknya, LPPM kembali menghadirkan narasumber yang sama seperti tahun sebelumnya. Menurut Ade, pemilihan narasumber tersebut didasarkan pada keberhasilan materi yang disampaikan pada seminar sebelumnya, yang terbukti berdampak langsung terhadap meningkatnya kualitas proposal penelitian dosen.

“Kami undang kembali narasumber yang sama karena hasilnya cukup positif. Tahun lalu, setelah seminar, ada tiga proposal dosen yang berhasil lolos pendanaan hibah penelitian,” ujarnya.

Pada tahun 2026 ini, tercatat sekitar belasan dosen berminat mengikuti program hibah penelitian. Dari jumlah tersebut, enam proposal disiapkan untuk diajukan, yang masing-masing disusun oleh tim dosen beranggotakan rata-rata tiga orang.

Ade menegaskan bahwa penguatan budaya penelitian bukan sekadar formalitas akademik, melainkan bagian dari tanggung jawab profesional dosen. Ia mengingatkan bahwa peran dosen tidak hanya sebatas mengajar di ruang kelas.

“Dosen wajib menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penelitian menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi,” tegasnya.

Seminar ini diikuti oleh dosen dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi seputar teknis penyusunan proposal dan strategi agar riset dosen memiliki daya saing dalam skema hibah nasional.

Ade berharap, capaian tahun ini bisa melampaui hasil sebelumnya. Ia optimistis enam proposal yang diajukan dapat menembus pendanaan.

“Mudah-mudahan semua proposal bisa diterima. Target kami sederhana, budaya riset dosen semakin kuat dan produktivitas penelitian di STIT Al-Khairiyah terus meningkat,” pungkasnya.

 

(Pis/Red*)