Perkuat Budaya Riset, LPPM STIT Al-Khairiyah Dorong Dosen Naik Kelas Lewat Seminar Penelitian

CILEGON, WILIP.ID – Upaya STIT Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon, membangun kampus berbasis riset terus dipacu. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), kampus ini menggelar Seminar Penelitian bertema “Penguatan Budaya Penelitian pada Dosen STIT Al-Khairiyah Citangkil–Cilegon” di Meeting Room II, Sabtu (24/1/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi serius STIT Al-Khairiyah dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar penelitian, yang selama ini menjadi indikator utama kualitas dan daya saing sebuah kampus.

Seminar ini menghadirkan Suradi, S.Pd, Pejabat Fungsional Umum Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI. Kehadiran narasumber dari pusat kebijakan riset nasional itu memberi nilai tambah tersendiri, karena para dosen tidak hanya mendapat motivasi, tetapi juga panduan teknis dan peta kebijakan terkini.

Direktur LPPM STIT Al-Khairiyah, Ade Imun Romadon, M.Pd, menegaskan bahwa membangun budaya penelitian bukan soal mengejar laporan atau angka kredit semata.

“Riset adalah jantung perguruan tinggi. Dosen yang meneliti akan terus memperbarui ilmunya, dan itu yang akan dibawa ke ruang kelas. Inilah fondasi kampus yang unggul dan relevan,” ujarnya.

Menurut Ade, seminar ini dirancang sebagai titik tolak lahirnya ekosistem akademik yang lebih produktif, di mana dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif menghasilkan pengetahuan baru.

Sejak dimulai pukul 13.00 WIB, seminar diikuti oleh dosen-dosen STIT Al-Khairiyah dari berbagai program studi. Materi yang disajikan bersifat praktis dan strategis, mulai dari:

1. Teknik penyusunan proposal penelitian yang kompetitif

2. Pemetaan dan pemilihan jurnal bereputasi

3. Hingga kebijakan terbaru riset dan publikasi di lingkungan Diktis Kemenag RI

Dengan bekal ini, para dosen diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas riset, sekaligus memperbesar peluang publikasi di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui seminar ini, STIT Al-Khairiyah menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak ingin tertinggal dalam peta persaingan akademik. Penguatan literasi riset dan publikasi ilmiah menjadi kunci untuk mendongkrak reputasi kampus, kualitas lulusan, serta kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam.

Di tengah tuntutan dunia pendidikan tinggi yang makin kompetitif, STIT Al-Khairiyah memilih satu jalur tegas: menjadikan riset sebagai denyut nadi kampus.

 

(Pis/Red*)