CILEGON, WILIP.ID — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil Cilegon terus melangkah maju sebagai perguruan tinggi yang adaptif, terbuka, dan berbasis data. Komitmen itu dibuktikan melalui kolaborasi strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon dalam agenda pengisian dan pemutakhiran data institusi secara menyeluruh yang digelar di lingkungan kampus.
Kerja sama ini menjadi bagian penting dari upaya BPS untuk memastikan seluruh data pendidikan tinggi tersaji secara valid, terukur, dan sesuai standar statistik nasional. Tak hanya menyangkut profil kampus, pemutakhiran ini juga mencakup aspek vital seperti keuangan lembaga hingga kualitas dan kuantitas tenaga pendidik (dosen).
Dalam proses tersebut, sejumlah komponen utama diperbarui secara rinci, mulai dari profil institusi yang memuat gambaran fasilitas, visi–misi, serta perkembangan kampus; data keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas tata kelola; hingga data dosen yang meliputi kualifikasi, jumlah, dan rasio dosen terhadap mahasiswa.
Sekretaris Lembaga STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik dan mendukung perencanaan pembangunan daerah.
“Data yang valid adalah navigasi utama bagi kami dalam mengambil kebijakan. Melalui pendampingan BPS Kota Cilegon, kami memastikan bahwa setiap angka yang tersaji—baik mengenai rasio dosen maupun laporan keuangan—benar-benar sesuai dengan standar statistik nasional,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah, BPS Kota Cilegon mengapresiasi keterbukaan STIT Al-Khairiyah Citangkil dalam proses pendataan tersebut. Menurut BPS, sektor pendidikan tinggi merupakan salah satu komponen krusial dalam menyusun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cilegon.
Dengan data yang terintegrasi dan presisi, BPS berharap dapat menyajikan potret pendidikan yang lebih tajam dan komprehensif, yang nantinya akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan publikasi Cilegon Dalam Angka serta indikator pembangunan lainnya.
Lebih jauh, keakuratan data ini juga diharapkan memberikan dampak strategis bagi STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon, mulai dari mempermudah proses akreditasi, pengembangan program studi, hingga peningkatan daya saing institusi di tingkat regional dan nasional.
Melalui sinergi dengan BPS Kota Cilegon, STIT Al-Khairiyah Citangkil kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pada tata kelola modern, transparan, dan berbasis data—sebuah fondasi penting untuk mencetak generasi pendidik unggul di masa depan.
(Pis/Red*)















