CILEGON, WILIP.ID — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon pada Minggu dinihari (8/3/2026) tak hanya merendam permukiman warga. Rumah Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan di kawasan Kluster Metro Garden juga ikut terendam banjir dengan ketinggian air yang mengkhawatirkan.
Momen tersebut dibagikan langsung oleh Rizki melalui akun Instagram pribadinya @kangrizkikhairul sekitar pukul 03.02 WIB. Dalam video yang diunggah, ia memperlihatkan kondisi air yang telah masuk ke area rumah hingga mencapai leher orang dewasa.
“Assalamualaikum, izin melaporkan. Jam 3.02 di Kluster Metro Garden, ini sudah seleher. Ini butuh perahu karet. Kebetulan ini kediaman saya di Kluster Metro Garden, ini sudah seleher,” ujar Rizki dalam video tersebut.
Unggahan itu langsung menyedot perhatian publik. Pasalnya, banjir yang merendam rumah pimpinan lembaga legislatif daerah tersebut menjadi gambaran nyata betapa seriusnya situasi yang terjadi di sejumlah titik Kota Cilegon.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cilegon sejak malam hari diduga menjadi pemicu utama meluapnya sejumlah saluran air dan sungai di kawasan permukiman. Beberapa titik dilaporkan mengalami genangan cukup tinggi hingga menghambat aktivitas warga.
Kondisi air yang disebut telah mencapai “seleher” orang dewasa menunjukkan bahwa banjir di kawasan tersebut bukan lagi sekadar genangan biasa, melainkan sudah masuk kategori darurat bagi warga yang terdampak.
Pernyataan Rizki yang menyebut perlunya perahu karet juga menandakan bahwa akses mobilitas di kawasan tersebut nyaris lumpuh. Dalam situasi seperti itu, evakuasi warga lanjut usia, anak-anak, maupun perempuan menjadi prioritas utama.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat keras bahwa persoalan banjir di Cilegon masih menjadi pekerjaan rumah serius yang harus ditangani secara sistematis. Bukan hanya soal curah hujan tinggi, tetapi juga menyangkut tata kelola drainase, kapasitas sungai, hingga pengendalian pembangunan di kawasan permukiman.
Di tengah kondisi darurat tersebut, publik berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan cepat sekaligus langkah mitigasi jangka panjang. Sebab, banjir yang terjadi berulang bukan hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga memperlihatkan bahwa sistem pengendalian banjir masih belum sepenuhnya bekerja optimal.
Ketika rumah warga biasa terendam banjir, itu adalah tragedi bagi mereka. Namun ketika rumah Ketua DPRD pun ikut tenggelam, pesan yang tersampaikan jauh lebih kuat: banjir di Cilegon tidak lagi mengenal batas.
(Has/Red*)















