CILEGON, WILIP.ID – Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SD IT KH Wasyid 1888 terus menjadi salah satu program unggulan sekolah dalam membentuk karakter siswa sejak dini. Dikemas dengan metode belajar yang menyenangkan, aktivitas Pramuka tidak hanya menghadirkan latihan kedisiplinan, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang penuh keceriaan bagi para peserta didik.
Setiap kali kegiatan berlangsung, halaman sekolah dipenuhi semangat para siswa yang antusias mengikuti berbagai rangkaian latihan. Mulai dari Peraturan Baris Berbaris (PBB), belajar sandi Pramuka, hingga praktik tali-temali atau pionering yang menantang kreativitas dan kekompakan regu.
Kepala Sekolah SD IT KH Wasyid 1888, Agus Nur Siddiqi, SH., C.DAIMA, mengatakan bahwa kegiatan Pramuka di sekolahnya dirancang agar menjadi ruang pembelajaran yang aktif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas, tetapi juga bisa dibangun melalui aktivitas luar ruang yang melibatkan interaksi, permainan, dan kerja sama.
“Pramuka kami kemas dengan konsep belajar sambil bermain. Anak-anak tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga merasakan pengalaman kebersamaan, belajar disiplin, dan melatih keberanian mereka,” ujar Agus, Jumat 13 Maret 2026.
Dalam kegiatan latihan, para siswa juga dikenalkan dengan berbagai sandi Pramuka seperti sandi Morse, sandi rumput, hingga penggunaan isyarat semaphore. Materi tersebut biasanya dikemas dalam bentuk permainan kelompok sehingga siswa dapat belajar sambil berkompetisi secara sehat dengan regu lainnya.
Tak hanya itu, siswa juga diajak memahami keterampilan dasar seperti membaca arah menggunakan kompas, membuat peta pita sederhana, hingga latihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK). Keterampilan ini menjadi bekal penting untuk melatih kemandirian dan kepedulian terhadap sesama.
Keseruan kegiatan semakin terasa saat siswa mengikuti aktivitas luar ruangan seperti penjelajahan atau wide game. Dalam kegiatan ini, setiap regu harus menyelesaikan berbagai tantangan di sejumlah pos permainan yang menguji kecerdasan, ketangkasan, serta kerja sama tim.
Salah satu agenda yang paling ditunggu para siswa adalah Persami atau Perkemahan Sabtu Minggu. Dalam kegiatan ini, siswa belajar mendirikan tenda, mengikuti berbagai permainan kelompok, hingga menikmati kebersamaan dalam kegiatan api unggun dan pentas seni pada malam hari.
Suasana kebersamaan dan keceriaan menjadi warna tersendiri dalam setiap kegiatan Pramuka di sekolah tersebut. Selain melatih keberanian dan kemandirian, kegiatan ini juga mempererat persahabatan antar siswa.
Tak hanya kegiatan petualangan, Pramuka di SD IT KH Wasyid 1888 juga mendorong kreativitas siswa melalui kegiatan hasta karya dengan memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan tangan yang bernilai guna.
Nilai kepedulian sosial juga ditanamkan melalui kegiatan “Operasi Semut”, yakni aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekolah yang dilakukan bersama para siswa.
Bagi siswa kelas rendah yang tergabung dalam Pramuka Siaga, kegiatan biasanya dikemas dalam bentuk permainan edukatif melalui kegiatan Pesta Siaga. Aktivitas ini dirancang untuk melatih keberanian, keceriaan, serta kemampuan bekerja sama sejak usia dini.
Agus Nur Siddiqi berharap kegiatan Pramuka dapat terus menjadi sarana pembinaan karakter bagi siswa di SD IT KH Wasyid 1888.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian. Harapannya anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter,” katanya.
Dengan konsep belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, kegiatan Pramuka di SD IT KH Wasyid 1888 tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter yang efektif bagi para siswa.
(Pis/Red*)















