SERANG, WILIP.ID – Pagi di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Kamis (9/4/2026), terasa berbeda. Musik energik berpadu dengan gerakan senam yang kompak, menghadirkan suasana segar di tengah rutinitas birokrasi. Lewat tajuk “Semangat Sehat Banten 2026”, BKKBN Banten mengirim pesan tegas: produktivitas kerja berawal dari tubuh yang sehat.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini tak sekadar seremoni. Ratusan pegawai bersama anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) larut dalam senam bersama, dilanjutkan dengan layanan cek kesehatan gratis—mulai dari pemeriksaan tekanan darah hingga konsultasi ringan. Sebagai penyemangat, panitia juga menyiapkan door prize yang menambah antusiasme peserta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja.
“Kami ingin kesehatan menjadi kebiasaan, bukan sekadar wacana. Dengan tubuh yang prima, kinerja juga akan meningkat,” ujarnya.
Menurut Yuda, pendekatan promotif seperti ini penting dilakukan secara berkelanjutan. Pasalnya, kesadaran menjaga kesehatan sering kali baru muncul ketika kondisi tubuh sudah menurun. Karena itu, fasilitas cek kesehatan gratis dihadirkan sebagai bentuk deteksi dini sekaligus edukasi.
Tak hanya internal, kegiatan ini juga menggandeng sejumlah mitra strategis. Hadir di antaranya organisasi kemasyarakatan dan profesi seperti Laskar Merah Putih (LMP), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), hingga Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I). Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa gerakan hidup sehat dapat menjadi agenda bersama lintas sektor.
Sementara itu, Ketua DWP Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Dwi Astati, menilai kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar olahraga.
“Ini tentang membangun kebersamaan. Ketika kita sehat dan solid, peran kita di keluarga maupun di pekerjaan bisa dijalankan lebih optimal,” ungkapnya.
Keterlibatan aktif DWP menjadi bukti bahwa peran perempuan dalam mendukung gaya hidup sehat di lingkungan kerja semakin strategis. Tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan kebiasaan.
Lebih jauh, Semangat Sehat Banten 2026 menjadi refleksi sederhana namun penting: bahwa institusi pemerintah tidak hanya dituntut bekerja efektif, tetapi juga memastikan kualitas sumber daya manusianya tetap terjaga.
Dengan mengusung ajakan “Mari bergabung, hidup sehat dan berprestasi”, BKKBN Banten menegaskan bahwa kesehatan bukan sekadar urusan pribadi—melainkan investasi kolektif untuk kinerja yang berkelanjutan.
Di tengah tekanan kerja yang kian dinamis, langkah kecil seperti senam pagi dan cek kesehatan gratis justru menjadi fondasi besar bagi lahirnya aparatur yang tangguh, produktif, dan berdaya saing.
(Has/Red*)















