SERANG, WILIP.ID – Sekretaris Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI), Mursalin, menegaskan bahwa sejarah perjuangan Banten tidak dapat dipisahkan dari peran para jawara, pendekar, ulama, dan rakyat yang bersatu melawan penjajah. Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan melalui pelestarian budaya pencak silat.
Hal itu disampaikan Mursalin saat acara gembrung bersama di komplek graha asri Kota Serang, Sabtu malam (18/7/2026).
Mursalin mengatakan, para jawara Banten pada masa perjuangan bukan sekadar ahli bela diri. Mereka menjadi bagian penting dalam mengobarkan semangat rakyat untuk mempertahankan tanah Banten dari cengkeraman penjajah.
“Para pendekar, para jawara yang ada di Banten turut andil mengusir penjajah. Bersama para ulama dan rakyat, mereka membangkitkan semangat perjuangan untuk mempertahankan tanah Banten,” ujar Mursalin.
Ia mengingatkan, sejarah telah mencatat tekad masyarakat Banten yang lebih memilih mempertahankan harga diri daripada tunduk kepada penjajah.
“Sejarah mengatakan, para jawara, pendekar, ulama, dan rakyat Banten memiliki semboyan, ‘Lebih baik Banten berantakan menyatu dengan tanah daripada menjadi budak penjajah’,” katanya.
Menurut Mursalin, semboyan tersebut bukan sekadar ungkapan emosional, melainkan bukti kuatnya semangat patriotisme masyarakat Banten dalam mempertahankan kedaulatan daerahnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan para leluhur. Baginya, pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai sejarah, persatuan, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air.
“Maka dari itu, lestarikan terus budaya agar sejarah Banten tidak pernah punah,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Mursalin membakar semangat para peserta dengan mengajak seluruh pesilat meneriakkan yel-yel kebanggaan. Seruan itu disambut kompak oleh peserta sebagai simbol bahwa semangat persatuan dan nilai-nilai perjuangan para jawara Banten tetap hidup hingga kini.
Menurutnya, menjaga eksistensi pencak silat berarti ikut menjaga identitas budaya sekaligus menghormati jasa para pendahulu yang telah berjuang mempertahankan Banten.
(Has/Red*)















