CILEGON, WILIP.ID – Peguron SRENGANI menunjukkan dominasinya dalam ajang Bandrong Championship I 2026 di Gedung Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, pada 24–25 Oktober 2026. Berbekal persiapan matang dan disiplin latihan, peguron asal Kelurahan Ciwedus itu berhasil menyabet gelar terbaik dengan membawa pulang puluhan medali.
Tak sekadar meramaikan kompetisi, SRENGANI tampil dengan kekuatan 42 atlet dan dua official, yakni Rudi Betor dan Eka Badowi. Hasilnya, sebanyak 21 medali emas dan sembilan medali perak berhasil diamankan, sementara atlet lainnya turut menyumbangkan medali perunggu.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten, semangat juang, dan kerja keras dapat menjadi modal penting dalam melahirkan atlet pencak silat berprestasi.
Ketua Peguron SRENGANI, Haris, mengaku bangga atas perjuangan seluruh atlet yang telah membawa nama peguron dalam kejuaraan tersebut. Menurut dia, hasil yang diraih merupakan buah dari proses latihan dan persiapan yang dijalani para pesilat sebelum turun ke arena.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga kepada seluruh atlet Peguron SRENGANI yang telah berjuang dalam Bandrong Championship I 2026. Ini merupakan prestasi yang membanggakan. Kami datang dengan membawa 42 atlet dan dua official, yaitu Rudi Betor dan Eka Badowi,” ujar Haris.
Dia menegaskan, raihan medali tersebut tidak diperoleh secara instan. Ada proses panjang, kedisiplinan, keringat, serta semangat para atlet yang menjadi bagian penting di balik keberhasilan SRENGANI.
“Perolehan medali ini tidak didapat dengan mudah. Ada semangat dan keringat dalam setiap latihan yang dijalani para atlet,” tambahnya.
Bukan Sekadar Medali, Ada Tradisi yang Dijaga
Bandrong Championship I 2026 diikuti sekitar 300 atlet dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Ajang ini menjadi ruang bagi para pesilat muda untuk menguji kemampuan, mengasah mental bertanding, sekaligus mengukur hasil pembinaan di masing-masing peguron.
Di tengah persaingan tersebut, SRENGANI tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga memperlihatkan pentingnya keberlanjutan pembinaan pencak silat tradisional Banten.
Bagi SRENGANI, peguron bukan semata-mata tempat berlatih dan mencetak atlet. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi wadah untuk merawat warisan budaya lokal sekaligus membuka ruang bagi generasi muda agar mampu berkembang melalui olahraga bela diri.
Berbasis di Jalan KH Undulusi, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Peguron SRENGANI terus mendorong para pesilatnya untuk menjaga tradisi, meningkatkan kemampuan, dan berani bersaing dalam berbagai kejuaraan.
Prestasi di Bandrong Championship I menjadi salah satu pijakan untuk melangkah ke tantangan berikutnya. Sebab, keberhasilan dalam satu kompetisi bukanlah garis akhir, melainkan bagian dari proses panjang menuju prestasi yang lebih tinggi.
Bidik POPDA dan Kejuaraan Berikutnya
Haris berharap capaian tersebut menjadi suntikan motivasi bagi seluruh atlet untuk tidak cepat berpuas diri. Dia meminta para pesilat tetap menjaga semangat, meningkatkan intensitas latihan, serta memperkuat kesiapan fisik dan mental menghadapi kompetisi mendatang.
Salah satu sasaran yang ingin dipersiapkan adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun depan. Menurut dia, persiapan sejak dini menjadi faktor penting agar para atlet dapat tampil lebih kompetitif dan mencapai target yang telah ditetapkan.
“Harapan kami, para atlet tetap semangat dan terus meningkatkan latihan. Mudah-mudahan, melalui pembinaan yang berkelanjutan, mereka bisa mencapai target dalam persiapan POPDA tahun depan maupun event-event berikutnya,” tuturnya.
Selain mendorong peningkatan prestasi atlet, Haris juga berharap Bandrong Championship dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Menurut dia, kejuaraan semacam ini memiliki peran strategis dalam menjaring bibit-bibit unggul pencak silat di Kota Cilegon.
“Harapan kami, Bandrong Championship bisa menjadi agenda tahunan untuk terus meningkatkan prestasi atlet sekaligus mencari bibit unggul di Kota Cilegon, sehingga mereka bisa dipersiapkan untuk bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” kata Haris.
Keberhasilan SRENGANI di kejuaraan kali ini menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga tidak lahir hanya dari ambisi meraih gelar. Di balik setiap medali, ada pembinaan, kedisiplinan, dukungan official, dan komitmen untuk terus berlatih.
Kini, tantangan berikutnya bagi SRENGANI adalah menjaga konsistensi. Gelar terbaik menjadi kebanggaan, tetapi mempertahankan kualitas pembinaan dan melahirkan atlet-atlet baru akan menjadi ukuran penting bagi keberlanjutan prestasi sekaligus pelestarian pencak silat tradisional Banten.
(Alfa/Red*)















