Aktivis Cilegon Kecam Dugaan Kebocoran Industri PT MCI: “Rakyat Jangan Jadi Korban Kelalaian Industri”

CILEGON, WILIP.ID – Gelombang kritik terhadap dugaan kebocoran bahan kimia di kawasan industri PT MCI, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, terus bermunculan. Kali ini, sejumlah aktivis di Kota Cilegon angkat bicara dan mengecam keras insiden yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat serta menunjukkan lemahnya pengawasan industri di Kota Baja.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan pada Senin, 25 Mei 2026, Aktivis Cilegon Muhammad Bagaskara menilai peristiwa tersebut bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bentuk nyata dari dugaan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan operasional industri.

Menurutnya, kejadian itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan industri. Warga disebut merasa khawatir terhadap dampak paparan zat kimia yang diduga bocor ke lingkungan.

“Ini bukan hanya soal kerusakan alat atau insiden teknis biasa. Ada dugaan kelalaian dalam pengelolaan keselamatan dan risiko industri. Jangan sampai keuntungan perusahaan dibayar dengan kesehatan bahkan keselamatan rakyat,” ujar Bagaskara dalam keterangannya.

Ia menegaskan, masyarakat memiliki hak untuk hidup aman dan sehat tanpa dibayangi ancaman pencemaran maupun potensi kecelakaan industri. Karena itu, pihaknya meminta agar kejadian tersebut tidak dianggap sepele.

Bagaskara juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan industri berisiko tinggi yang beroperasi di Kota Cilegon. Menurutnya, pengawasan pemerintah tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus dilakukan secara ketat dan menyeluruh di lapangan.

“Kebocoran ini menjadi alarm keras bahwa pengawasan terhadap industri masih lemah. Pemerintah harus hadir memastikan standar keselamatan benar-benar diterapkan,” katanya.

Dalam pernyataan sikap tersebut, Aktivis Cilegon menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan pihak perusahaan. Mereka mendesak dilakukan penyelidikan secara terbuka dan independen guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Selain itu, mereka meminta perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh dampak yang ditimbulkan, termasuk biaya pengobatan warga terdampak, pemulihan lingkungan, hingga pemberian kompensasi kepada masyarakat yang dirugikan.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Cilegon dan instansi terkait juga didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin operasional serta sistem keselamatan seluruh perusahaan industri di Kota Cilegon.

Aktivis juga meminta adanya penanganan kesehatan maksimal bagi warga yang diduga terpapar zat kimia tanpa membebankan biaya kepada masyarakat.

“Cilegon harus menjadi tempat yang aman untuk ditinggali, bukan wilayah yang setiap saat dihantui ancaman bahaya industri,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak perusahaan terkait hasil investigasi maupun dampak pasti dari dugaan kebocoran tersebut.

(Has/Red*)