CILEGON, WILIP.ID – Ratusan senyum merekah di Masjid Al-Muthowwir, Krakatau Steel, Minggu pagi (31/8/2025). Sebanyak 67 anak mengikuti khitanan massal yang digelar oleh komunitas Pawon, dengan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon.
Tak sekadar memberi doa restu, Baznas hadir dengan aksi nyata: santunan, bingkisan, hingga fasilitas medis. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp33,5 juta, termasuk tas sekolah, perlengkapan tulis, serta uang saku untuk anak-anak peserta.
Ketua Baznas Cilegon, H. Bambang Widiyatmoko, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata keberpihakan lembaganya pada masyarakat kecil.
“Target kami 70 anak, tapi yang terdaftar hanya 67. Kami berkoordinasi dengan tim medis IDI agar proses berjalan aman. Harapan kami, anak-anak sehat, senang, dan orang tua tenang,” ujar Bambang.
Namun di balik lancarnya acara, tersimpan kisah menegangkan. Wakil Ketua II Baznas mengungkap, dua hari sebelum pelaksanaan, tim medis utama belum tersedia. “Kami sempat panik. Tapi alhamdulillah, ada bidan yang turun tangan. Dukungan itu membuat acara bisa tetap berjalan aman,” katanya.
Ketua Pawon, Iim Ibrohim, tak menutup rasa harunya atas dukungan banyak pihak. Mulai dari Baznas, Dinas Kesehatan, hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
“Khitan massal ini bukan sekadar tradisi, tapi juga bentuk kepedulian sosial. Semoga sinergi ini bisa terus berlanjut untuk program-program lain,” ucap Iim.
IDI Cilegon sendiri menurunkan kekuatan penuh: 6 dokter umum, 12 dokter internship, dan 6 perawat. “Bakti sosial adalah panggilan profesi. Selama ada kegiatan yang bermanfaat, kami siap bersinergi,” tegas Ketua IDI.
Khitan massal sering dianggap rutinitas. Namun di Cilegon, kegiatan ini punya makna ganda: mengurangi beban orang tua dhuafa sekaligus mengajarkan nilai gotong royong. Baznas dengan dana zakatnya, Pawon dengan inisiatif sosialnya, IDI dengan tenaga medisnya.
Sinergi semacam ini menjadi jawaban bahwa kepedulian bukan hanya slogan. Ia nyata ketika anak-anak keluar dari ruang khitan dengan wajah lega, tangan menggenggam bingkisan, dan orang tua menghela napas panjang: beban ekonomi sedikit berkurang.
(Elisa/Red*)















