CLEGON, WILIP.ID – Cak Moel, aktivis kota Cilegon, mengecam keras tindakan sepihak yang dilakukan oleh PLN Cabang Cilegon terkait pemutusan aliran listrik di Masjid Agung Cilegon.
Pemutusan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, yang dinilai sangat merugikan masyarakat, khususnya umat yang menggunakan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah.
Cak Moel menuntut agar PLN segera memecat supervisor yang bertanggung jawab atas insiden ini.
“Pemutusan listrik di Masjid Agung tanpa pemberitahuan sebelumnya sangat menyakiti hati warga. Tindakan ini jelas tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Ia mengkritik keras kebijakan yang dilakukan tanpa koordinasi yang jelas, yang bukan hanya merugikan, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Menurut Cak Moel, tempat ibadah seharusnya dihormati dan dilindungi dari segala tindakan yang dapat mengganggu kelancaran kegiatan umat.
Selain itu, Cak Moel juga menanggapi pernyataan supervisor PLN yang dinilai sangat tidak pantas.
“Ucapan supervisor yang mengatakan, ‘Masjid Agung saja kita putus, apalagi masyarakat biasa,’ adalah bentuk arogansi yang tidak bisa diterima. Seorang pejabat publik seharusnya menunjukkan sikap melayani, bukan merendahkan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai respons atas kejadian ini, Cak Moel mendesak pihak berwenang untuk mengambil langkah tegas agar peristiwa serupa tidak terulang.
Ia berharap PLN dapat memperbaiki citra layanannya dan memastikan tindakan serupa tidak terjadi lagi di masa depan.















