Dari Diskusi Menjelang Haul Geger Cilegon, Hilirisasi Industri Muncul sebagai Agenda Strategis

0-0x0-0-0#

CILEGON, WILIP.ID — Diskusi bersama sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) berlangsung hangat menjelang rangkaian Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 di kawasan Jungle Park, Kota Cilegon, Jumat (10/7/2026).

Forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang bertukar gagasan mengenai arah pembangunan industri Kota Cilegon. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pentingnya percepatan hilirisasi industri agar keberadaan kawasan industri besar mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, Pejabat Fungsional Pembina Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Teguh Pribadi, menyampaikan bahwa Cilegon memiliki modal kuat untuk mengembangkan hilirisasi industri berbasis logam dan kimia. Menurutnya, pengembangan industri turunan akan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat peran pelaku usaha lokal.

“Hilirisasi harus menjadi jalan agar industri besar tidak berhenti sebagai sektor hulu. Kehadiran mereka harus mampu melahirkan industri turunan yang memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Teguh.

Ia menjelaskan, selama ini Cilegon dikenal sebagai salah satu kawasan industri strategis di Indonesia. Namun, besarnya aktivitas industri tersebut dinilai belum sepenuhnya terhubung dengan pertumbuhan usaha lokal, khususnya sektor IKM.

Padahal, berbagai kebutuhan industri seperti komponen logam, kemasan plastik, produk kimia, hingga perlengkapan penunjang operasional memiliki peluang untuk diproduksi oleh pelaku IKM apabila didukung melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, serta akses pasar yang lebih luas.

Menurut Teguh, hilirisasi industri akan membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok industri. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang tumbuh.

Selain memperkuat daya saing IKM, hilirisasi juga diyakini mampu menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran di Kota Cilegon. Berkembangnya industri menengah berbasis turunan logam dan kimia dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja baru yang menyerap tenaga kerja lokal.

“Kalau hilirisasi berjalan dengan baik, dampaknya akan terasa pada penyerapan tenaga kerja. Industri menengah bisa menjadi ruang bagi masyarakat Cilegon untuk bekerja sekaligus membangun usaha baru,” katanya.

Lebih lanjut, Teguh menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai fasilitator melalui penyusunan regulasi yang mendukung industri lokal, memberikan kepastian kebijakan, mempermudah akses bahan baku, menyediakan kawasan industri, hingga membangun infrastruktur penunjang.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, industri besar, pelaku usaha, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya ekosistem industri yang saling terhubung sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat Kota Cilegon.

(Has/Red*)